Burgundy Residence Sediakan Hunian Berpanel Surya

PT Summarecon Agung Tbk menawarkan klaster terbaru Carmine bagian dari Burgundy Residence tahap 3 yang dilengkapi panel surya bagi kelompok pembeli rumah pertama di Bekasi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 Februari 2018  |  21:21 WIB
Summarecon Mal Bekasi - summarecon.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Summarecon Agung Tbk menawarkan klaster terbaru Carmine bagian dari Burgundy Residence tahap 3 yang dilengkapi panel surya bagi kelompok pembeli rumah pertama di Bekasi.

Albert Luhur selaku Executive Director PT Summarecon Agung Tbk mengatakan mengatakan hunian ini membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Bagi mereka yang ingin memiliki hunian di Summarecon Bekasi tetapi memiliki budget di bawah Rp1 miliar, terdapat tipe terbaru Carmine berukuran (5 x 11) yang dipasarkan mulai dari Rp 850juta. Burgundy Residence tahap 3 diluncurkan pada 24 Maret.

“Salah satu potensi besar yang coba ditujukan untuk memenuhi pasar yang lebih muda atau pembeli rumah pertama, tidak terkecuali kaum milenial yang mengidamkan hunian tapak di sekitar Jakarta,” katanya Rabu (21/2).

Khusus untuk klaster Carmine, katanya, ditawarkan terbatas yaitu sebanyak 28 unit, sedangkan tipe lain yaitu 64 unit. Selain dengan cara bayar tunai keras, Summarecon Bekasi juga memberikan kemudahan sistem pembayaran yang mampu mengakomodasi pembeli rumah pertama, yaitu dengan bayar bertahap 12 kali, dan bertahap 25 kali dengan DP yang bisa dicicil sebanyak 25 kali.

Selain itu, kata dia, pengembang juga perlu berkontribusi dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional melalui pencapaian target energi baru terbarukan, kini Indonesia menggalakkan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik yang telah dideklarasikan pada 13 September 2017.

Perusahaan menghadirkan panel surya fotovoltaik dengan Europe Advanced Technology di semua unit klaster Burgundy Residence yang mampu menghemat listrik hingga 50% dari penggunaan listrik perumahan pada umumnya.

Cara kerja panel surya ini, katanya, yaitu dengan menghasilkan listrik searah (DC) ketika terpapar sinar matahari. Solar inverter kemudian akan mengubah listrik searah menjadi listrik bolak-balik (AC).

Produksi listrik dari inventer akan dipakai oleh peralatan listrik dalam rumah, sehingga menghemat penggunaan listrik dari PLN secara signifikan. Nantinya, penghuni dapat memantau penggunaan listrik yang didapat dari energi surya tersebut dengan aplikasi bernama Sunny Portal, yang mampu memonitor energi yang didapat secara online.

Tag : rumah tapak
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top