Pengembang Korsel Garap Pasar Properti Jakarta

Investor asal Korea Selatan, GS E&C Group menggandeng pengembang lokal Vasanta Indoproperti dalam menggarap pasar hunian vertikal di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 Februari 2018  |  21:17 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan gedung bertingkat di kawasan Daan Mogot, Tangerang, Kamis (3/8). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Investor asal Korea Selatan, GS E&C Group menggandeng pengembang lokal Vasanta Indoproperti dalam menggarap pasar hunian vertikal di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Kehadiran investor Korea Selatan menjadi istimewa, karena saat ini secara global memang terjadi Korean Hype. Berbagai musik, drama, hingga teknologi dari Korea masuk keberbagai belahan dunia.

Kim Kyoo Hwa Chief of Housing & Development GS E&C Group mengatakan telah memutuskan sejak 15 tahun lalu untuk melakukan investasi di luar pasar Korea Selatan, termasuk Indonesia dan beberapa negara sebagai kandidatnya.

Untuk investasi di Asia Tenggara, perusahaan lebih dulu menggarap pasar Vietnam,karena proses negosiasi untuk kerja sama dengan pemerintah lebih cepat. Sementara untuk pasar Indonesia, perusahaan sudah mulai membidik 2 tahun untuk mencari mitra yang cocok.

Pada saat memilih negara investasi, ada dua hal yang dilihatnya. Pertama adalah populasi tinggi, kedua usia rata-rata penduduk muda. Pasalnya dia memercayai dengan tingginya penduduk muda, maka suatu proyek properti lebih berkontinuitas.

Menurutnya, pasar Indonesia tidak kalah dengan Vietnam. Bagi swasta, kesempatan untuk berinvestasi lebih luas karena hak yang dimiliki swasta memang tinggi. Berbeda dengan Vietnam yang masih dibatasi hukum negara. Belum lagi pengembangan di Korea Selatan juga marginnya telah dibatasi oleh negara berdasarkan peraturan daerah.

Lantas karakteristik apa yang dibawa investor Korea Selatan ini supaya berbeda dengan investor asing lainnya? Kim menyebut pihaknya akan masuk dengan konsep Wanna Be High End. Artinya proyek dengan luasan tinggal yang cukup luas akan dapat ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Intinya jangan membawa konsep seutuhnya dari Korea ke luar negeri, sehingga kurang sesuai budaya dan pemikiran konsep lokal. Ujung-ujungnya hanya ada orang Korea yang tinggal di situ yang tertarik.,” katanya.

Dalam beberapa tahun mendatang setelah proyek perdananya ini, dia mengatakan kemungkinan untuk terus menggandeng pengembang lokal, seperti berkolaborasi kembali dengan Vasanta. Proyek kolaborasi dengan pengembang lokal jauh lebih mudah dilakukan ketimbang mengembangkan proyek sendiri.

Tag : pengembang asing
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top