Menyisir Sukses dari Pinggir

Langkah terobosan dan keberanian masuk di daerah belum berkembang menjadi kunci keberhasilan di kemudian hari. Itulah salah satu rahasia yang dibeberkan oleh jaringan pengelola hotel internasional, Swiss-Belhotel sehingga menjadi salah satu chain management hotel asing yang sukses di Indonesia.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 24 Februari 2018  |  07:30 WIB
Hotel Zest Bandung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah terobosan dan keberanian masuk di daerah belum berkembang menjadi kunci keberhasilan di kemudian hari.

Itulah salah satu rahasia yang dibeberkan oleh jaringan pengelola hotel internasional, Swiss-Belhotel sehingga menjadi salah satu chain management hotel asing yang sukses di Indonesia.

Kini, Swiss-Belhotel mengklaim berada di peringkat ke-3 manajemen pengelola hotel internasional di Indonesia.

Di Indonesia hotel eksisting sebanyak 65 dan 9.974 kamar dengan brand Swiss-Belhotel dan Zest Hotel, atau sebanyak 93 hotel dan 15.019 kamar ditambah proyek pengembangan yang sedang berjalan. 

Total di semua negara, ada sebanyak 145 hotel dan 25.375 kamar. Adapun, project existing sampai hari ini sebanyak 83 hotel dan 13.172 kamar di Indonesia dan luar negeri. Sebagai pendatang belakangan, Swiss-Belhotel tidak ingin dianggap pelengkap. Datang boleh belakangan tetapi tidak hanya pengekor, melainkan harus juga menjadi pionir.

Manajemen Swiss-Belhotel pun menempuh strategi menyisir daerah pinggir. Menghindar head to head dengan jaringan pengelola hotel 'penguasa pasar' yang lebih dahulu masuk di Indonesia. Pendek kata, Swiss-Belhotel berani, mungkin juga terkesan nekad  'membabat alas' di daerah yang belum terkenal.

"Kami sengaja memilih mengembangkan diri di daerah, bukan hanya di kota-kota besar yang telah digarap pesaing yang lebih dahulu masuk di Indonesia," Emmanuel Guillard, CEO of Zest Hotel International dan Swiss-Belhotel International Senior Vice President of Operations & Development for Indonesia, Malaysia and Vietnam, kepada Bisnis, belum lama ini.

Hanya saja, sambungnya, Swiss-Belhotel tidak sembarangan masuk ke suatu daerah tetapi dikenali dahulu potensinya. Bahkan, ungkap Guillard, strategi mengembangkan properti di daerah pinggir itu kini diikuti oleh manajemen pengelola hotel yang menjadi pemimpin pasar di Indonesia.

Salah satu hotel yang menjadi ikon keberhasilan di 'remote area' adalah Swiss-Belhotel di Jayapura. Hotel di Pulau Papua itu lain daripada yang lain, sudah bisa balik modal dalam kurun hanya 4 tahun.

"Biasanya hotel bintang empat baru bisa balik modal sekitar 6 tahun-8 tahun," ungkap Guillard. 

Ekspansi Tiada Henti

Swiss-Belhotel International terus melakukan ekspansi dari brand budget hotel, yakni Zest Hotel, dengan memperluas jangkauan di sejumlah daerah di kawasan timur Indonesia.

"Hingga 2020 ada sebanyak 20 hotel bujet Zest di sejumlah daerah di Indonesia. Kami memperluas ekspasi di kawasan timur Indonesia," kata Emmanuel Guillard.

Dia menjelaskan bahwa ada sebanyak tujuh properti Zest dalam tahap pembangunan, yakni di Timika, Ambon, Manado, Halmahera (Jailolo), Jakarta (Jalan Jaksa), Tanah Abang (Jakarta Pusat), dan Solo.

Guillard mengungkapkan bahwa saat ini tujuh properti Zest Hotels telah beroperasi, yakni di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Batam, Bogor, dan Bali.

Dia menambahkan bahwa pada akhir dekade ini, Zest hotel diharapkan akan mencapai 20 hote. "Kami membawa akomodasi yang cool, comfort, convenient and connected kepada generasi milenial Indonesia," tegasnya.

Dalam proses pembangunan, menurutnya pria Prancis yang telah tinggal selama 25 tahun di Indonesia itu,  akan terlihat Zest Hotels menambah beberapa lokasi tidak hanya di Jakarta, tetapi juga memperluas jangkauannya ke seluruh nusantara, yakni dari kawasan timur hingga barat Indonesi, di antaranya Timika, Ambon, Jailolo, dan Manado.

Guillard menjelaskan, hal itu juga merupakan kontribusi bagi pemerintah Indonesia untuk berperan serta dalam membawa pariwisata  ke daerah-daerah lain di Indonesia.

"Kami melihat potensi kuat bagi perluasan Zest Hotels di seluruh Indonesia," ujarnya. "

Menurutnya, diciptakan dengan menyesuaikan pada kebutuhan profesional muda dan keluarga, kelompok dan pelajar, Zest Hotels secara total menyesuaikan dengan kebutuhan kaum milenial modern.

"Kami mentargetkan untuk mengelola 20 Zest Hotel hingga akhir 2020, untuk memenuhi kebutuhan akomodasi bagi para pelaku perjalanan di banyak daerah menarik di Indonesia."

Dia menjelaskan, Zest Hotels International melihat jauh ke depan, yakni munculnya populasi Indonesia dari kalangan muda sangat bear, pertumbuhan yang cepat pada daerah provinsi dan kabupaten, dan kemudahan transportasi  melalui low-cost air memungkinkan kesempatan luas bagi Zest untuk berkembang.

Menurut Guillard, sejumlah properti Zest Hotels terletak di lokasi utama dan strategis dan menampilkan ragam fasilitas tamu seperti check in 24 jam, jaringan internet instant nirkabel, kualitas tempat tidur yang nyaman dan pelayanan 24 jam.

"Perluasan tujuh hotel Zest dapat terlihat dari penambahan 768 kamar hotel baru yang terjangkau, hampir dua kali lipat dari total inventory Zest Hotels di seluruh Indonesia."

Dia mengungkapkan bahwa pertumbuhan Zest Hotels didorong oleh kinerja operasional yang mengesankan. Kinerja pencapaian pendapatan naik 18,8% pada 2017 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan pertumbuhan keuntungan operasional grup hingga 21,3%.

Tag : perhotelan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top