Agung Podomoro Siapkan Superblock di Karawang

Agung Podomoro Land berencana membuka area superblock baru di Karawang tahun ini, melalui proyek Taruma City.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  17:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Agung Podomoro Land berencana membuka area superblock baru di Karawang tahun ini, melalui proyek Taruma City.
General Manager Taruma City Rina Irawan mengatakan Taruma City akan menempati lahan seluas 5,6 hektare berdekatan dengan Grand Taruma, Karawang. Ada pun Grand Taruma adalah proyek perumahan Agung Podomoro sebelumnya.
"Rencananya kami launching pertengahan tahun ini," jelas Rina di APL Tower, Senin (26/2/2018).
Dia menyatakan Taruma City akan memiliki pusat bisnis alias central business district di jalan Kertabumi. Nantinya, di proyek itu bakal ada ruko, rumah tapak, dan juga apartemen. Rina menyebut, peluang bisnis di Karawang sangat besar, sehingga tak masalah ketika harga ruko dijual seharga Rp1,8 miliar.
Menurutnya, hampir 14.000 hektare di sini dikembangkan sebagai area industri. Taruma City memang hunian mewah di tengah Kota Karawang, karena banyak juga yang tidak dipakai karena penghuni memilih tinggal di ruko. "Pertama, kita memilih ruko dan rumah di Taruma City yang kita targetkan 50% bisa terjual sampai awal tahun depan," ungkap Rina.
Dia optimistis konsep ruko dua sisi di Taruma City ini akan disukai pembeli. Saat ini unit hunian di Taruma City mencapai 243 unit.
Oleh sebab itu, Taruma City sebagai produk yang potensial seiring dengan tingginya peminat bisnis ekspansi ke Karawang. Sehingga Taruma City ini menyasar target segmen pasar menengah. Nantinya superblok ini akan berisi 243 unit ruko yang dijual dengan harga Rp2 miliar hingga Rp10 miliar
Taruma City menyediakan rumah klaster yang ukuran tanahnya biasanya lebih terbatas dan model rumahnya seragam dalam satu klaster. Konsep rumah kebun yang dijual rata-rata memiliki luas tanah sekitar 300 meter persegi dengan bangunan rumah kecil 38 meter persegi di dalamnya.
Rina menilai, dengan harga tanah di kawasan sekitar Taruma City yang terus melejit naik. Sehingga, konsep investasi untuk rumah kebun dipandang akan lebih menguntungkan dibanding rumah klaster.
Sebelum ada Grand Taruma, harga tanah di kawasan itu sekitar Rp700.000 per meter persegi, setelah Agung Podomoro Land masuk harga naik jadi Rp1,7 juta. Kini setelah Grand Taruma, harga tanah naik gila-gilaan, rata-rata sekitar Rp10 juta per meter persegi.
"Tapi kami akan menjual rumah kebun sekitar Rp 8 juta per meter persegi tergantung lokasi,” tutup Rina.

Tag : pembangunan perumahan
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top