Developer Kembangkan Hunian Berkonsep Compact

Pengembang memilih menggarap proyek hunian compact dengan konsep menambah nilai guna sesuai keterbatasan lahan yang dimiliki.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  20:40 WIB
/JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com,JAKARTA-- Pengembang memilih menggarap proyek hunian compact dengan konsep menambah nilai guna sesuai keterbatasan lahan yang dimiliki.

Bayu Setiawan Managing Director Diamondland mengatakan dalam mengembangkan hunian compact menggunakan konsep mengoptimalkan fungsi ruang. Perusahaan pun berfokus menggarap bangunan berlantai rendah dan bangunan medium supaya ketinggian atap ruangan setiap unitnya lebih maksimal meskipun ukuran unitnya kecil.

“Kalau di proyek sebelumnya Dave apartement high ceiling floor to floor 3,6 meter, kami mencoba lagi di proyek kedua Apple apartement 5 meter sehingga nantinya bisa ditambah menggunakan mezzanine, di luar fasilitas, lokasi, dan harga yang kompetitif ,” katanya Minggu (25/2).

Mezzanine adalah suatu tempat atau ruang tambahan yang letaknya berada di antara lantai dan plafon atau lantai satu dengan lantai dua jika bangunan tersebut bertingkat.

Dalam mengembangkan proyek, perusahaan memilih menyesuaikan pasar, konsep, dan sesuai perizinan yang diperoleh. Menurutnya masih ada pasar yang tersegmen dari sisi produk, lokasi seperti kawasan Jakarta Barat yang membuat perusahaan optimistis mengembangkan bangunan kompak berlantai rendah.

Dia mengatakan tahun ini ada 2 proyek yang diluncurkan dengan karakteristik tersebut. Pertama di Simatupang, bertajuk Apple apartement. Selain Apple ada proyek baru lainnya di Pejaten Timur setinggi 8 lantai.

Dalam proyek pertama tahun ini, perusahaan mencoba menyasar generasi milenial dengan target utama profesional dan eksekutif muda. Lokasi di Simatupang yang disebut CBD kedua ini kata dia, mayoritas milenial memilih hunian dekat lokasi berkarya.

Apple Apartment dengan nilai investasi Rp150 miliar hanya berdiri di atas lahan 3.005 meter persegi dengan rencana pembangunan sebanyak 3—4 menara setinggi empat lantai. Masing-masing tower akan merangkum 100 unit, 90% diantaranya merupakan tipe studio. Perusahaan menawarkan satu unit rata-rata berukuran 20 meter persegi dimulai dari Rp450 juta.

Perusahaan selanjutnya menargetkan mampu meraup nilai penjualan lebih dari Rp150 miliar tahun ini dengan mayoritas pembelinya merupakan end user. Namun perusahaan juga tidak memungkiri bahwa terdapat konsumen di kalangan investor yang ingin memaksimalkan nilai sewa. Sehingga perusahaan menggandeng Gala Hotel yang bukan hanya memiliki pengalaman sebagai operator namun juga boutiq hotel untuk memberikan nilai tambah.

Tag : desain rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top