Hunian Compact Bisa Persengit Persaingan Properti

Konsultan properti menilai kehadiran hunian berkonsep compact untuk mengoptimalisasi ruang bisa menyebabkan persaingan harga.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  21:05 WIB
perumahan, properti

Bisnis.com, JAKARTA -- Konsultan properti menilai kehadiran hunian berkonsep compact untuk mengoptimalisasi ruang bisa menyebabkan persaingan harga.

Vice President Coldwell Banker Commercial Advisory Group Dani Indra Bharata mengatakan compact adalah hunian yang memanfaatkan semua ruang secara efisien. Hal ini memang sesuai dikembangkan di area yang harga lahannya sudah cukup tinggi. Sehingga pemanfaatan lahannya maksimal.

"Memang berbeda dengan konsep lama yang cenderung menjadi rumah tumbuh. Rumah compact sudah memperhitungkan semua kebutuhan kegiatan penghuninya, sehingga cenderung tidak banyak dapat diubah," jelas Dani kepada Bisnis, Senin (26/2/2018).

Dia menjelaskan, hunian berkonsep compact ini bisa dikembangkan di Jakarta dengan alasan harga lahan sudah tinggi. Oleh sebab itu, konsep ini cocok dikembangkan sebagai rumah vertikal di Jakarta sampai tiga lantai.

Menurut Dani, hunian compact ini berpeluang besar bermain di harga pasar dan menjadi pesaing yang baik. Dia unggul, karena penggunaan lahan lebih kecil. Selain fokus pada pemanfaatan ruang, hunian compact juga berpeluang lebih luas dari rumah tapak.

"Minusnya, karena cenderung tidak bisa direnovasi, diperbesae karena umumnya sudah dibangun maksimal," ujar Dani.

Dia mengungkapkan bahwa hunian compact memang lebih ideal untuk dibangun sebagai rumah tapak. Namun untuk memaksimalkan, bisa dibangun minimal 2-3 lantai.

Dani menambahkan sekalipun tidak menguasai pasar, harga hunian compact ini belum tentu stagnan atau menurun. Harga lahan akan tetap naik, sehingga harga hunian compact akan naik berbanding lurus, sementara kebutuhan ruang hunian baru juga akan terus meningkat.

"Kalau dengan semi-basement, bisa sampai 4 lantai. Tetapo kembali lagi, pengembangan ini kembali ke aturan di lokasi pengembangan hunian compact," tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah pengembang memilih menggarap proyek hunian compact dengan konsep menambah nilai guna sesuai keterbatasan lahan yang dimiliki.

Misalnya, Managing Director Diamondland Bayu Setiawan mengatakan dalam mengembangkan hunian compact mengusung konsep optimalisasi fungsi ruang.

Perusahaan fokus menggarap bangunan berlantai rendah dan bangunan medium supaya ketinggian atap ruangan setiap unitnya lebih maksimal meskipun ukuran unitnya kecil. Sebagai contoh di Dave apartement high ceiling floor to floor 3,6 meter.

Tag : desain rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top