BPN Gandeng Pengembang Kejar Target Sertifikasi Lahan

Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi menargetkan kerjasama dengan pengembang swasta bisa mempercepat target pengesahan sertifikat hak milik atas tanah dan bangunan untuk masyarakat Bekasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  15:24 WIB
Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi menargetkan kerjasama dengan pengembang swasta bisa mempercepat target pengesahan sertifikat hak milik atas tanah dan bangunan untuk masyarakat Bekasi.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Deni Santo mengatakan kerjasama ini dilakukan guna mewujudkan target pengesahan kepemilikan tanah dan bangunan masyarakat Kabupaten Bekasi. Oleh sebab itu, pemerintah perlu bekerjasama dengan pihak swasta untuk mewujudkan target itu. 
"Kerjasama ini dibutuhkan karena kalau pemerintah sendiri menangani 127 hektar dengan jutaan pemilik tanah dan bangunan, ini akan kesulitan," ungkap Deni di Mutiara Gading City, Selasa (27/2/2018).
Oleh sebab itu, BPN bekerjasama dengan ISPI Group, pengembang Mutiara Gading City, dan Bank Tabungan Negara (BTN) membuka konter baru untuk layanan Land Service Counter. 
Ada pun layanan kepada masyarakat ini meliputi beberapa hal. Pertama, perubahan hak yakni peningkatan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) secara gratis. 
Kedua, terhapusnya hal tanggungan atau roya. Ketiga, peralihan hak atau balik nama. Keempat adalah pengecekan sertifikat. Kelima, informasi pertanahan ini sekaligus menjadi satu hari atau one day service.
"Kita buatkan counter layanan pertanahan. Ini MoU kantor pertanahan dan REI Bekasi.
Idenya, REI Bekasi anggota banyak. Counter ini dibuat karena kita punya target menyelesaikan sertifikasi layanan MBR [rumah masyarakat berpenghasilan rendah]," jelas Deni. 
Sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan di counter yang berlokasi di Mutiara Gading City ini misalnya pengecekan sertifikat, perubahan hak sertifikat secara gratis. Sejumlah layanan ini kata Deni menjadi penting agar memberi jaminan hak milik kepada penghuni.
Untuk saat ini, konter akan memprioritaskan pengubahan status sertifikat bangunan penghuni Mutiara Gading City dan ISPI Group. Dia mengambil contoh, pada awalnya ada 200 konsumen ISPI pada tahun lalu yang mengubah sertifikat kepemilikan rumah. Angka tersebut melonjak menjadi 1000 unit dan diprediksi menjadi 1400 unit.
"Ke depan, konter layanan akan berkembang. Sebanyak mungkin bisa berubah dari SGHB ke SHM. Kita berharap bukan hanya di sini tapi Cikarang Timur, lalu bagian selatan," papar Deni.
Dia membocorkan, setelah pembukaan kantor dengan ISPI Group, BPN Kabupaten Bekasi masih merencanakan penambahan kantor lain di lokasi lain. Salah satunya dengan SPS Group.
"Kami harap pengembang MBR masuk program sejuta rumah bisa kita lakukan bersama. Ada keinginan SPS Group ingin buka, tunggu tanggal mainnya. Jadi ini untuk memudahkan konsumen dan masyarakat sekitar," terang Deni.
Tag : SERTIFIKASI TANAH
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top