Pengembang Korsel Ekspansif Garap Properti Indonesia

Konsultan properti menilai investor Korea Selatan masuk dalam daftar pengembang asing yang mulai agresif menggarap pasar Indonesia setelah China dan Jepang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  15:19 WIB
perumahan, properti

Bisnis.com, JAKARTA -- Konsultan properti menilai investor Korea Selatan masuk dalam daftar pengembang asing yang mulai agresif menggarap pasar Indonesia setelah China dan Jepang.

Kepala Departemen Riset Savills Indonesia Anton Sitorus menyatakan dalam tiga-empat tahun terakhir, pasar properti memang banyak kedatangan pemain asing. Pasalnya, dalam 9 tahun terakhir ini selain Cina, Singapura, Jepang, Korea Selatan juga mulai menunjukkan minat dengan menggandeng pengembang lokal.

"Kehadiran pengembang asing ini bukan hal baru sebenarnya. Pada era Soeharto sudah ada, sempat mandek karena krisis moneter," kata Anton kepada Bisnis, Selasa (27/2/2018).

Dia menyebut setelah vakum sekitar empat tahun lebih, para pengembang ini mulai kembali meramaikan pasar Indonesia. Negara-negara yang menurut Anton cukup aktif misalnya Singapura karena lokasi yang dekat dengan Indonesia. Kedua adalah Hongkong dan ketiga adalah Jepang. Ada juga Malaysia yang mulai masuk investasi properti di Indonesia pasca reformasi.

"Nah sekarang ada Jepang, Cina dengan proyek di Daan Mogot City dan Korea," ungkap Anton.

Dia menilai Korea Selatan saat ini sebenarnya masih sebatas mengkaji dan mengeksplorasi pasar properti di Indonesia. Dia masih melakukan penjajakan dengan iklim investasi di Indonesia. Sementara Cina dan Jepang sudah lebih berpengalaman dan ahli dalam mengelola bisnis properti di Indonesia.

"Korea ini masih penjajakan, mungkin satu dua saja terealisasi. Mereka masih studi dan banyak pertimbangannya. Cina luar biasa agresif, dan masih ada Jepang juga," paparnya.

Anton menegaskan bahwa pengembang asing memiliki karakter berbeda dengan pengembang lokal. Misalnya Jepang, mereka melakukan penjajakan sudah jauh lebih awal dan lebih lama ketimbang Korea Selatan.

Oleh sebab itu mereka memulai investasi dalam dua tahun terakhir, caranya membina kerjasama dengan pengembang lokal melakui mekanisme joint venture, dan pemilik tanah.

Kini, Korea Selatan sudah masuk dalam lima besar negara yang gencar berinvestasi di Indonesia. Salah satu contohnya adalah  GS E&C Group menggandeng pengembang lokal Vasanta Indoproperti dalam menggarap pasar hunian vertikal di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

"Itu pun GS E&C Group yang baru masuk properti juga bukan investor baru di Indonesia. Sebelumnya mereka berinvestasi di bidang ritel, mereka memiliki supermarket, GS Supermarket yang umumnya ada di daerah pinggiran Jakarta," imbuh Anton.

Sebelumnya, Kim Kyoo Hwa Chief of Housing & Development GS E&C Group mengatakan 15 tahun lalu perusahaan memutuskan melakukan investasi di luar pasar Korea Selatan termasuk Indonesia dan beberapa negara sebagai kandidatnya.

Untuk investasi di Asia Tenggara, perusahaan lebih dulu mengutamakan Vietnam, karena prosesnya negosiasi untuk kerja sama dengan pemerintah lebih cepat. Sementara untuk pasar Indonesia, perusahaan menghabiskan dua tahun untuk mencari partner yang cocok.

Tag : pengembang rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top