Properti di Tangerang Masih Berkembang

Pengembang Skandinavia Apartemen di area super block TangCity Mall, PT Pancakarya Griyatama mengakui pasar properti di Tangerang tetap berkembang pesat tahun ini meskipun menghadapi isu politik.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  15:42 WIB
Apartemen Skandinavia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengembang Skandinavia Apartemen di area super block TangCity Mall, PT Pancakarya Griyatama mengakui pasar properti di Tangerang tetap berkembang pesat tahun ini meskipun menghadapi isu politik.

Manager Marketing PT Pancakarya Griyatama Norman Eka Saputra mengatakan banyaknya pengembang yang membuka proyek di Tangerang dan Daan Mogot, Jakarta Barat tak akan menambah kompetitor perusahaan.

Misalnya saja, baru-baru ini investor asal Korea Selatan, GS E&C Group menggandeng pengembang lokal Vasanta Indoproperti dalam menggarap pasar hunian vertikal di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Sebelumnya ada pula perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, konstruksi dan residensial masuk kawasan ini yakni Keppel Land asal Singapura dan China Communication Construction Group (CCCG) asal China. Kondisi ini menurut Norman adalah sinyal positif pada indikasi daya serap pasar yang membaik.

"Ini menjadi penanda ekonomi kita membaik, dan kita optimistis pasar properti akan bangkit," ujar Norman Eka kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Dia menyebut, kebangkitan ekonomi ini juga menjadi penanda kebangkitan para pengembang untuk bisa melihat peluang pasar.

Selain pertumbuhan pasar di Tangerang, Norman Eka menilai tahun politik yang dimulai tahun ini sampai 2019 tidak akan banyak mengganggu ekspansi perusahaan properti. Dia beranggapan masyarakat kini sudah lebih kritis dalam menghadapi fenomena politik. Hal ini tidak banyak akan mengganggu daya beli masyarakat

"Isu ini sebenarnya tidak direct [dampaknya] ke isu properti. Jadi pengaruhnya hanya sedikiti. Disini perusahaan mencari growth, berpikiran positif guna mendapatkan income, maka yang perlu dilihat adalah value produk yang ditawarkan," kata Norman Eka.

Sebagai informasi, riset Indonesia Property Watch memperlihatkan nilai penjualan perumahan wilayah Banten mengalami peningkatan tajam sebesar 79,0% dengan nilai penjualan sekitar Rp530 miliar. Pertumbuhan tinggi juga diperlihatkan berdasarkan jumlah unit terjual yang naik lebih tinggi lagi yaitu 124,6%.

Meskipun terjadi penurunan nilai penjualan rumah di wilayah Cilegon sebesar 16,5%, namun kenaikan nilai penjualan rumah secara signifikan terjadi di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya meningkat 101,2%. Peningkatan penjualan juga terjadi di sebagian besar perumahan di wilayah Serang yang memberikan kenaikan penjualan 9,6% di wilayah ini.

Peningkatan ini didominasi oleh segmen tipe kecil dan menengah, masing-masing bertumbuh sebesar 159,9% dan 139,8%. Sementara nilai penjualan rumah di tipe besar mengalami penurunan 45,1% dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pergerakan pasar perumahan di wilayah Banten memberikan kecenderungan pergeseran ke pasar perumahan di segmen harga Rp150 – Rp500 jutaan yang mendominasi penjualan rumah sebesar 58,7%, diikuti dengan segmentasi harga dibawah Rp150 jutaan sebesar 22,0%, dan segmen harga Rp500 juta – Rp1 miliar sebesar 16,7%. Selebihnya merupakan pasar perumahan di atas Rp1 miliar.

Tag : bisnis properti
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top