Synthesis Gencarkan Hunian Dekat Moda Transportasi

Pengembang Synthesis Development berinisiatif untuk semakin menggencarkan hunian berbasis transit oriented development guna menjawab kebutuhan penghuni pada kemudahan akses transportasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  18:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengembang Synthesis Development berinisiatif untuk semakin menggencarkan hunian berbasis transit oriented development guna menjawab kebutuhan penghuni pada kemudahan akses transportasi.

President Director Synthesis Development Budi Yanto Lusli, mengatakan, perusahaan sangat menyambut baik dorongan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait penyediaan transportasi pendukung di Jabodetabek.

"Synthesis Development menyadari saat ini diperlukan sinergitas semua kalangan, pemerintah, operator, lembaga profesional dan pengembang untuk memiliki pemahaman yang sama tentang sistem transportasi masa depan sebagai bagian dari solusi hunian," jelas Budi melalui siaran pers, Rabu (28/2/2018).

Menurut Budi Yanto, saat ini masyarakat membutuhkan hunian yang tak sekadar memberikan akses transportasi nyaman ke pusat kota, tapi juga kawasan perkotaan dengan manajemen baik. Hal tersebut menjadi bekal penting untuk menciptakan solusi kawasan hunian. Selain itu

Sementara itu, Managing Director Synthesis Development Mandrowo Sapto juga menyatakan bahwa Synthesis Development berharap kedepannya dapat berkolaborasi bersama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan PT. Transportasi Jakarta untuk mengembangkan Prajawangsa City dengan pola tata ruang sebagai kawasan superblok yang accessible di Cijantung.

Sebagai informasi, saat ini Synthesis Development sedang mengembangkan proyek superblok terbaru di area Jakarta Timur, yang terdiri dari 8 tower dengan jumlah 4.000 unit, mengusung ciri khas Strategis, Seru, Semarak.

Ada pun Prajawangsa City, superblok dengan akses yang mudah ke kawasan perkantoran di TB Simatupang dan kawasan industri di sepanjang Tol Cijago memiliki luas area 7 hektar ini terletak 1.8 kilometer dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) – TB Simatupang, 3.5 kilometer dari rencana pembangunan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Kampung Rambutan, 3.8 kilometer, dari Gerbang Tol Jagorawi, dan akses langsung ke Bandara Halim Perdana Kusuma.

Keunikan lainnya, superblok ini akan dibangun dengan 50% area hijau sebagai taman dan tempat bermain anak-anak. Selain itu, superblok ini akan memenuhi kebutuhan pasar karena semakin meningkatnya potensi investasi di wilayah TB Simatupang.

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top