Pengembang Didorong Garap TOD

Pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development saat ini tengah diminati, sehingga mendorong banyak dari pengembang melirik potensi hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 28 Februari 2018 19:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development saat ini tengah diminati, sehingga mendorong banyak dari pengembang melirik potensi hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Country Director Institute for Transportation & Development Policy Yoga Adiwinarto mengatakan saat ini akses jalan tol sudah tidak mampu menampung pengguna mobil, sehingga masyarakat harus terjebak berjam - jam di perjalanan.

Salah satu solusi bisa dilakukan pemerintah dan pengembang properti adalah melakukan kolaborasi membangun kawasan yang dekat dan lengkap ada transportasi publik. Alasannya, untuk membangun kawasan terintegrasi dan multiplier effect harus perhatikan transportasi publik.

"Kondisi ini akan memudahkan masyarakat atau penghuni kawasan tersebut dan meningkatkan perkembangan daerah tersebut,” ujar Yoga Adiwinarto, melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (28/2/2018).

Dengan dibangunnya hunian yang memiliki kemudahan fasilitas transportasi umum, maka harapan ke depan masyarakat bisa tinggal di kawasan yang strategis dan memiliki akses mudah ke jantung ibu kota Jakarta.

Saat ini, Yoga menambahkan, masyarakat ketika merencanakan pembelian hunian akan mempertimbangkan akses transportasi yang tersedia di lokasi tersebut. Sebuah kawasan hunian dengan kemudahan akses transportasi yang baik akan sangat diminati.

"Sekarang tolak ukur masyarakat adalah pembangunan infrastruktur transportasi commuter line, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT),” paparnya.

Pasalnya, potensi pasar dan karakteristik unik lokasi hunian, khususnya terkait antarmoda transportasi publik akan memudahkan masyarakat melakukan mobilitas, baik dengan kendaraan pribadi ataupun transportasi publik.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kementerian Perhubungan, Sigit Irfansyah mengatakan, BPTJ mendorong beberapa kawasan untuk segera melakukan penanganan terkait permasalahan lalu lintas dan kebutuhan serta fasilitas pendukung transportasi publik.

"Contohnya di Jabodetabek terkait transportasi telah dilakukan beberapa upaya uang mendorong percepatan pelayanan angkutan umum melalui Jabodetabek Airport Connection (JAC) dan Jakarta Railway Center (JRC), serta penanganan stasiun kereta dengan konsep integrasi," terang Sigit.

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top