Peritel Perkecil Ukuran Toko Untuk Efisiensi

Menjamurnya bisnis online dagang-el sebagai perkembangan teknologi dan informasi membuat bisnis properti ritel semakin bergejolak.
Finna U. Ulfah | 17 Mei 2018 18:38 WIB
Jaringan ritel Hardys di Bali. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Menjamurnya bisnis online dagang-el sebagai perkembangan teknologi dan informasi membuat bisnis properti ritel semakin bergejolak.

Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Thomas J. Angfendy mengatakan kondisi ini mengakibatkan banyaknya pengembang yang mengubah konsep mal sesuai dengan minat pasar.

“Kalau saya lihat toko-toko akan mengecil untuk ritel fashion dan brand lokal akan memimpin. Waktunya bagi mereka sekarang ini,” ujar Thomas di Jakarta, dikutip Kamis (17/5/2018).

Menurutnya, brand lokal akan merajai pasar ritel selain karena model produk yang lebih cocok untuk pasar Indonesia, juga karena biaya produksi yang lebih murah mengingat bahan yang tersedia di pasar dan tidak memerlukan biaya pajak yang besar dan bea cukai berbeda dengan brand asing.

Namun, ia tidak menampik masih terdapat brand lokal ritel yang juga harus menutup gerainya.

“Tutup karena apa? Ya karena gerainya terlalu besar. Ke depan nanti saya yakin mereka [brand lokal] akan balik lagi tapi dengan toko yang lebih kecil,” katanya.

Banyak peritel, lanjutnya, yang mengecilkan tempat sewa sebagai bentuk efisiensi dan menekan biaya yang harus dikeluarkan apalagi dengan adanya pergeseran kebiasaan baru dalam berbelanja sehingga diperlukan strategi-strategi tertentu.

Meski demikian, Thomas mengatakan okupansi mal garapannya masih dinilai baik.

“Metropolitan Mal Bekasi tinggi kok 99,8%, yang Grand Metropolitan di atas 95%, Mal Cileungsi juga bagus,” ujar Thomas.

Tag : ritel modern
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top