Ritel Kelas Atas Masih Optimistis

Konsultan Properti Colliers International Indonesia meyakini kinerja pusat perbelanjaan masih tetap eksis sebab secara fisik, pusat perbelanjaan masih menawarkan pengalaman dan rekreasi.
Anitana Widya Puspa | 17 Mei 2018 19:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Konsultan Properti Colliers International Indonesia meyakini kinerja pusat perbelanjaan masih tetap eksis  sebab secara fisik, pusat perbelanjaan masih menawarkan pengalaman dan rekreasi.

Senior Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan pengaruh cepat dari belanja online belum mempengaruhi keberadaan pusat perbelanjaan premium, terutama karena barang dagangan khas jenis ini format tidak banyak ditransaksikan secara online.

“Sejak 2010, para tingkat hunian rata-rata belanja kelas premium pusat masih tercatat di atas 90% dan relatif stabil pada 94,6% pada kuartal I/2018,” katanya melalui riset dikutip Kamis (17/5).

Pada kuartal I/ 2018, rata-rata tarif sewa adalah  Rp 616,491 per meter persegi/bulan, atau meningkat 5,6%. Tarif sewa untuk ruang di kelas premium pusat perbelanjaan tercatat sebesar Rp1.42 juta /meter persegi/bulan pada kuartal I/2018, sedangkan untuk belanja kelas menengah bawah, rata-rata adalah Rp282.755 per meter persegi/ bulan(mulai dari Rp200.000 hingga Rp350.000 / m1 / bulan).

Apalagi, menurut Ferry, sebagai negara keempat terpadat di dunia, Indonesia memiliki pasar yang menggoda peritel asing dalam berekspansi, khususnya belanja kelas menengah ke atas di Jabodetabek.

Beberapa merek ritel bahkan mengincar Indonesia meski situasi pasar yang saat ini tak terlalu aktif dengan kondisi  tingkat hunian dan sewa yang datar.

Dia mencontohkan Peritel Jepang, Uniqlo, memperluas cakupannya di Jakarta dengan membuka toko ke-12 di Lippo Mall Kemang. Sementara itu, H & M membuka gerai baru di Mall of Indonesia di awal 2018.

Secara keseluruhan dia melanjutkan, meskipun lambat, pasokan ritel di Jakarta akan terus meningkat dan mencapai 4,7 juta meter persegi pada 2018. Sementara itu, dua pusat perbelanjaan diantisipasi Bogor (wilayah Jabodetabek) membawa total ruang ritel di Jabodetabek hingga 2,6 juta meter persegi.

Pasokan ritel kumulatif di Jakarta tetap sebesar 4,6 juta meter persegi pada kuartalI/2018. Hanya satu pusat perbelanjaan, Baru Harco Glodok, diproyeksikan akan pada kuartal II/ 2018. Pusat perbelanjaan ini ditawarkan untuk dijual dan akan menjadi pusat perbelanjaan strata-title pertama di Jakarta dalam delapan tahun.

Pembangunan dua pusat perbelanjaan yang akan datang, termasuk Aeon Mall di South Gate, dan sebuah pusat perbelanjaan di Holland Village, menunjukkan kemajuan dan kemungkinan akan memenuhi jadwal pembukaan mereka di 2019. Ketiga mal ini akan meningkatkan total pasokan ritel di Jakarta sebesar 3% sampai 2019.

Tag : ritel modern
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top