REI Finance Ditargetkan Terbit Tahun Ini

Realestat Indonesia akan segera meluncurkan pembiayaan subsidi untuk pengembang kecil yaitu REI Finance setelah menemukan skema yang ideal.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 09 Juli 2018 17:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Realestat Indonesia akan segera meluncurkan pembiayaan subsidi untuk pengembang kecil yaitu REI Finance setelah menemukan skema yang ideal.

Sekretaris Jenderal DPP Pusat REI, Paulus Totok Lusida mengatakan saat ini upaya pembentukan REI Finance masih dalam proses penjajakan dengan perbankan serta mendapatkan sertifikasi. Dia beralasan, upaya membentuk lembaga pembiayaan baru dari pengembang untuk pengembang ini tidak mudah, asosiasi mesti melalui proses inventarisasi pengembang, persentase penyediaan anggaran, dan izin sertifikasi dari pemerintah.

“Prospeknya ini ke daerah akan sangat bagus. Sebab 70% dari anggota REI juga adalah pengembang kecil,” terang Totok kepada Bisnis, Senin (9/7/2018).

Dia mengungkapkan, REI Finance ini akan mencari mitra strategis dari sesama anggota pengembang di dalam REI untuk melakukan subsidi silang. Menurut Totok, kerjasama ini sangat penting untuk mendorong ekspansi pengembang kecil. Namun sampai saat ini REI masih menggodok proporsi pendanaan yang ideal, serta jadwal pengucuran dana tersebut akan dilakukan per kuartal, atau per tahun.

Totok melakukan pembangunan, sementara dari segi kesehatan keuangan perusahaan belum memadai sehingga membutuhkan bantuan. Sebelumnya, Totok juga menyebut, REI Finance ini akan melengkapi akses kredit konstruksi yang sedang disusun pemerintah dalam permen terbaru skema pembiayaan rumah subsidi.

“Secara umum anggota pengembang besar bersedia, kita akan adakan funding. Sudah kami jajaki ini visible. Tetapi ini semua masih dalam proses,” ungkap Totok.

Bisnis mencatat, pada Januari 2018, REI mengklaim akan melibatkan pengembang asing untuk mendukung REI Finance sepeti Hongkong, Cina, Jepang, dan Korea yang cukup agresif melakukan pembangunan di Indonesia.

Totok pun membenarkan hal tersebut terutama sejak Dubai Realestat Investment Forum pada Mei lalu, dimana 16 proyek pembangunan senilai Rp128,96 triliun telah ditawarkan oleh REI dan mendapatkan animo yang positif.

Kondisi ini diperkuat dengan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencatat arus investasi asing di sektor  perumahan, kawasan industri dan perkantoran mendominasi total raihan Foreign Direct Investment (FDI) sepanjang kuartal I/2018.

Pada tiga bulan pertama, total realisasi FDI mencapai Rp108,9 triliun,yang mana  23,1% di antaranya atau senilai US$ 1,9 miliar berasal dari sektor properti.

Sementara menurut data BKPM pada kuartal II/2018 ini. “Jadi, nanti REI Finance ini berbeda dengan sejumlah kerjasama lain yang telah dibuat oleh REI, misalnya dengan Jamkrindo ataupun KPR Inden untuk pengembang yang tersertifikasi,” paparnya.

Totok menyebut, nantinya REI Finance juga tidak akan eksklusif untuk membiayai pengembang kecil dari anggota REI, melainkan REI Finance juga bisa membiayai anggota dari asosiasi perumahan lain.

Menurutnya, ini adalah langkah sinergis pembiayaan untuk mengoptimalisasi target pencapaian satu juta rumah khususnya dalam segmen rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dia optimistis rencana dan skema tersebut akan berhasil jika REI Finance juga berhasil melakukan penjajalan dengan lembaga-lembaga lain.

Sebagai informasi sejumlah pengembang sempat merespon REI Finance dengan menyarankan pembentukan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) a la REI. Misalnya saja dengan mengadopsi prosedur jaminan sosial Central Provindent Fund (CFP) yang ada di Singapura.

Jaminan tersebut difungsikan sebagai jaminan sosial yang dibayar masyarakat ada sebagian porsi yang dialokasikan untuk membeli hunian. Ada pula yang mengusulkan tidak perlu mencari funding dengan alasan biaya yang besar dari funding tetap akan berimbas kepada pengembang kecil yang harus membayar dengan nilai yang besar.

Tag : pembiayaan rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top