RISE Siapkan Sejumlah Ekspansi

Perusahaan properti berpusat di Sidoarjo yaitu PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk atau dikenal dengan Tanrise Property, mulai diperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham RISE.
Anitana Widya Puspa | 09 Juli 2018 19:21 WIB
Direktur Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) Belinda Natalia memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai pencatatan perdana saham PT RISE di Jakarta, Senin (9/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan properti berpusat di Sidoarjo yaitu PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk atau dikenal dengan Tanrise Property, mulai diperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham RISE.

Usai melantai di bursa, sejumlah rencana ekspansi telah disiapkan RISE secara jangka panjang.

Direktur Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, Belinda Natalia mengatakan akan menambah bank tanah di sejumlah wilayah, yaitu Medan, Bandung, Malang dan Surabaya. Perusahaan akan mendiferensiasi produk yang bisa diserap pasar.

“Rencana ke depan, kami akan berekspansi lebih berbeda dengan kondisi saat ini 25 lahan di 12 kota dengan luas lebih dari 200 ha,” katanya Senin (9/7/2018).

Perusahaan yang lebih dulu dikenal dengan perusahaan air minum Cleo, ataupun cat bangunan Avian, dan Depo Bangunan ini, sudah memiliki beberapa lini bisnis di sektor properti. Perusahaan mengawali bisnisnya pada 2003 melalui kawasan industrial mixed-use Tritan Point Warehouse yang terdiri dari pergudangan dan ruko di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Sidoarjo, Medan dan Bandung.

Hermanto Tanoko, Komisaris Utama Tanrise Property, mengatakan, selain proyek-proyek berbasis industrial (ruko dan pergudangan), perusahaan juga mulai berekspansi ke sektor residensial bangunan jangkung dan rumah tapak. Penjualan residensial berkontribusi terhadap 50% pendapatan perseroan.

Perusahaan juga telah mengoperasikan sejumlah hotel pendulang pendapatan berulang. Porsi proyek recurring ini berkontribusi 30% dari total pendapatan perseroan. Salah satunya adalah Hotel Vasa dengan kelas bintang 5.

Hotel yang  baru saja dibuka pada Januari 2018 itu sudah memiliki tingkat okupansi sebesar 60%. Selain itu, Hotel Solaris di Kuta dan Malang. Kedua hotel bintang tiga ini memiliki tingkat okupansi 85%. Sedangkan Hotel Cleo di Surabaya mencapai tingkat okupansi 90%.

Dari sisi penjualan, saat ini, marketing sales perusahaan sebesar 50% disumbang dari hunian vertikal. Sisanya berasal dari rumah tapak.

Belinda menambahkan dana hasil  IPO dalam waktu dekat ini akan digunakan untuk menyelesaikan dua proyek bangunan vertikal tingkat tinggi, yakni Voza Premium Office dan The 100 Residence. Secara rinci, dana IPO sebesar 53% dialokasikan untuk pengembangan proyek Voza Premium Office milik anak usaha tak langsung yakni PT Tanrise Indonesia, dan sebesar 47% dana dialokasikan untuk proyek The 100 Residence milik anak usaha PT Rodeco Indonesia.

Tag : pengembang rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top