Trivo Group Incar Hunian TOD di Depok

Trivo Group mengharapkan proyek kawasan terpadu yang bekonsep Transit Oriented Development di Depok Baru bisa mulai digarap tahun ini.
Anitana Widya Puspa | 10 Juli 2018 19:37 WIB
Ilustrasi: rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Trivo Group mengharapkan proyek kawasan terpadu yang bekonsep Transit Oriented Development di Depok Baru bisa mulai digarap tahun ini.

Komisaris PT Trivo Orion Properti Gigieh Sulistyo mengatakan perusahaan telah memperoleh izin untuk membangun di kawasan Stasiun Depok Baru, dengan demikian ini menjadi contoh kerja sama swasta dengan pemerintah dengan skema Built Operate Transfer (BOT).

“Kami memang mengharapkannya bisa mulai tahun ini, karena pembangunan proyek Terminal Terpadu Kota Depok juga telah mulai dilakukan,”katanya kepada Bisnis dikutip Selasa (10/7.

Selain terintegrasi dengan terminal, proyek tersebut juga dekat dengan Stasiun Depok Baru karena ada akses langsung menuju stasiun, yang jaraknya tidak sampai 400 meter ,sehingga bisa dijangkau pejalan kaki.

Menurut rencana, properti yang akan dibangun terdiri dari area komersial dan apartemen. Pada tahap awal yang akan dibangun ruko. Apartemennya sebanyak 3.000-an unit berisi tipe studio hingga dua kamar seharga Rp300 juta hingga Rp600 jutaan/unit.

Selain itu, seperti lazimnya apartemen di koridor Margonda, kemungkinan pasar yang dibidik Trivio untuk apartemennya adalah kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Indonesia. Developernya juga menyasar para pekerja komuter yang berkantor di Jakarta.

Namun, juga sama seperti proyek yang digarap BUMN lainnya, maka status proyek ini Hak Guna Bangunan (HGB) minimal 25 tahun di atas HPL.

Trivo Grup agaknya memang tengah membidik beberapa proyek berkonsep TOD. Perusahaan juga telah menggandeng Daiwa House asal Jepang dan JOIN untuk proyek Sakura Garden City. Perusahaan juga menekankan Easy commuting ke Jakarta CBD dan Kawasan Industri Jakarta Timur melalui pembangunan LRT.

Pembangunan proyek dengan dengan luas lahan 10 hektare di Cipayung, Jakarta Timur.

Direktur Utama PT Trivo Orion Properti Robert Yapari mengatakan untuk tahap awal, pihaknya akan membangun 4 tower apartemen dengan total investasi Rp 1,5 triliun. Nantinya setiap unit akan dijual mulai Rp500 juta dengan tipe studio dan sisanya kombinasi 2 bedroom dan 3 bedroom.

Robert menambahkan, nantinya pembangunan tahap awal akan dimulai pada bulan Juli dengan syarat setelah ada perizinan dari Pemprov DKI. 

"Kita targetkan 2 tahun selesai. Tahap awal ini kita akan mulai pemasangan tiang pancang pada bulan ini, saat ini kita tinggal menunggu izin finalisasi dari Pemprov DKI," kata Robert.

Trivo Group cukup berpengalaman mengembangkan proyek komersial di Jakarta dan sekitarnya. Proyek yang sudah dikembangkan antara lain TangCity (superblok) di Kota Tangerang, Pusat Grosir Cililitan, dan Sentra Grosir Cikarang.

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top