Sayana Apartment Sudah Terjual 50%

Pengembang kawasan Kota Harapan Indah di Bekasi, PT Damai Putra Group mengaku proyek apartemen dengan gaya arsitektur Jepang, Sayana Apartment sudah terjual 50% dari total 590 unit pada tahap pertama.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 11 Juli 2018 21:32 WIB
Ilustrasi pembangunan apartemen - Antara/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang kawasan Kota Harapan Indah di Bekasi, PT Damai Putra Group mengaku proyek apartemen dengan gaya arsitektur Jepang, Sayana Apartment sudah terjual 50% dari total 590 unit pada tahap pertama.

Presiden Direktur PT Damai Putra Group, Johanes Mardjuki mengatakan sejak diluncurkan pada November 2017, dari 590 total unit tower pertama yaitu Tower A Sayana Apartment, sudah 50% yang berhasil terjual.

“Totalnya aka nada ada Tower B, ada 3 bangunan yang menyambung, dengan luas lahan 2 hektar,” ujar Johanes beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, untuk mempercepat penjualan unit apartemen ini, perusahaan sedang melakukan sejumlah cara pembayaran baru. Misalnya saja dengan memberikan kemudahan 48 kali cicilan ke pengembang. Johanes menilai, aturan ini bisa lebih mudah lagi setelah relaksasi Loan to Value (LTV) dari Bank Indonesia beberapa waktu lalu.

“Ini rumah pertama tidak dibayar, dan DP [uang muka/down payment] bisa 0. Tergantung dari bank. Dengan itu, mereka [konsumen] bisa terjangkau, asalkan bisa membayar lebih lama. mislanya 15 tahun. Karena bagi first buyer, yang berat adalah DP,” jelas Johanes.

Sementara itu, Sales Director PT Damai Putra Group Dewi Leman menyatakan apartemen Sayana berlokasi depan Universitas Esa Unggul. Dia mengatakan, ini adalah strategi agar unit apartemen itu bisa menjadi hunian bagi para mahasiswa dan mahasiswi.

“Nanti untuk tower kedua rencananya ada 900 unit. Lebih banyak soalnya bentuk kawasannya nanti menyambung, seperti huruf L,” tuturnya.

Sementara itu, beberapa waktu menurut riset dari Colliers International Indonesia merilis bisnis properti sampai kuartal kedua. Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto menyebutkan secara keseluruhan pada kuartal kedua kinerja apartemen di Jakarta mengalami stagnansi. Menurut Ferry ada penurunan angka sewa apartemen selain itu angka permintaan juga mengalami penurunan.

“Apartemen sewa, pasokan tidak naik. Mengalami stagnansi. Apalagi dengan Ramadan, aktivitas bisnis berkurang. Transaksi sewa-menyewa juga berkurang. Pasokan apartemen sewa tidak bertumbuh,” ungkap Ferry.

Dia menjelaskan akan akan sentiment positif yang menaikkan angka permintaan apartemen nantinya antara 84% sampai 85% ketika pasar mulai stabil dengan pemerintahan yang baru. Dia memprediksikan pasar apartemen akan kembali tumbuh positif pada 2020-2021.

Dia juga memprediksi ada 16.081 unit atau 8,3% dari stok unit apartemen yang ada akan datang tahun ini. Ada pun pasokan akan mulai bertumbuh 2019 pasca Pemilu dan 2020 dengan prediksi sekitar 20,234 unit.

Tag : apartemen
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top