Magelang dan Sidoarjo Jadi Primadona Pengembang untuk Ekspansi

Tingginya harga tanah di Jabodetabek mendorong para pengembang membangun bisnis kawasan baru di luar Jabodetabek khususnya di Jawa Tengah dan Timur.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 Juli 2018 00:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Tingginya harga tanah di Jabodetabek mendorong para pengembang membangun bisnis kawasan baru di luar Jabodetabek khususnya di Jawa Tengah dan Timur.

Presiden Direktur PT Damai Putra Group Johanes Mardjuki mengatakan, saat ini perusahaan selain mengembangkan sisa bank tanah 1500 hektar di Kota Harapan Indah, Bekasi, perseroan juga mengelola proyek di Sidoarjo, Magelang, dan Yogyakarta.

“Penjualan di kota besar ini memang masih bagus. Kalau di Magelang memang oke, Cuma penjualannya tidak seprogresif yang di Yogya. Karena yang tinggal lebih sedikit, belum sebanyak di Jakarta,” ujar Johanes beberapa waktu lalu.

Menurut Johanes, saat ini di Surabaya Selatan, tepatnya di Sidoarjo, Damai Putra Group telah membangun sekitar 100 hektare, dan masih tersisa 20 hektare. Begitu pula bank tanah yang ada di Magelang dan Yogyakarta, sama-sama sudah dikembangkan seluas 100 hektare. Johanes menilai belum ada rencana membeli lahan baru, dia masih ingin melihat perkembangan harga di setiap daerah tersebut serta potensi tinggal.

“Tergantung lokasinya, kalau ada yang menawarkan kami ambil. Namun kami tidak agresif,” jelas Johanes.

Ada pun proyek milik Damai Putra Group itu bernama Graha Tirta yang tepatnya berlokasi di Waru Sidoarjo, Surabaya Selatan. Ada pula tiga proyek lain di Surabaya bernama Deltasari dan Graha Deltasari yang mana keduanya milik Damai Putra Group. Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, prospek bisnis di Selatan Surabaya jauh lebih pesat ketimbang di pusat kota Surabaya.

Sampai saat ini, pasar terbesar untuk perumahan di Selatan Surabaya masih berasal dari para warga Surabaya. Dari semua proyek perumahan yang dikembangkan Damai Putra Group, sekitar 80% pembelinya adalah warga Surabaya. Sisanya, sekitar 10% adalah warga Sidoarjo dan dari daerah lain.

Sementara itu, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga tengah mengembangkan bisnis properti mereka di Sidoarjo, dengan luas lahan sekitar 83 hektare untuk tahap pertama. Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk, Ambono Janurianto mengatakan masih akan mengembangkan tahap kedua dari proyek bernama Kahuripan Nirwana itu dengan luas lahan 72 hektare.

“Pengembangan Kahuripan Nirwana di sektor ini mayoritas masih tetap akan berfokus kepada proyek cluster perumahan dan area komersial,” ungkap Ambono di Aston Rasuna, Rabu (11/7/2018).

Senada dengan Johanes, Ambono juga yakin bahwa produk ini akan menjawab kebutuhan tempat tinggal dari masyarakat di Surabaya Selatan dan Sidoarjo.

Sebelumnya, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto mengatakan bahwa angka permintaan hunian di apartemen stagnan sampai kuartal kedua 2018. Pasalnya, ada pasokan yang belum terjual dan persentase ketersediaan sekitar 82% untuk memenuhi 85% permintaan rata-rata. Dia mengasumsikan, kondisi ini akan membaik setelah tahun politik 2019.

Tag : properti
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top