Synthesis Kemang Masih Sesuai Target Serah Terima

Pembangunan proyek pengembang Synthesis Development, yakni Synthesis Kemang, diklaim masih sesuai dengan target serah terima awal, 2020.
Anitana Widya Puspa | 12 Juli 2018 17:51 WIB
Synthesis Development Fianty - Iistimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Pembangunan proyek pengembang Synthesis Development, yakni Synthesis Kemang, diklaim masih sesuai dengan target serah terima awal, 2020.

Imron Rosyadi, Property Investment Advisor Synthesis Development  mengatakan fokus proyek yang menyasar segmen menengah dan atas ini adalah adalah dua menara Nakula dan Sadewa. Rencananya di atas lahan 2ha itu akan berdiri satu menara apartemen lagi yakni Arjuna.

“Proses pembangunan terus berlangsung agar target kami nanti serah terima di akhir 2020 bisa tepat waktu,” ujarnya Rabu (11/07/2018).

Imron menuturkan, penjualan Tower Sadewa sudah hampir habis dan tinggal 3% lagi untuk menuntaskan penjualan, sedangkan menara Nakula penjualan mencapai 50%. Selain menara apartemen itu, Synthesis juga masih memiliki du rencana proyek baru dan mulai membidik pasar luar Jawa.

Di Pontianak, Kalimantan Barat juga mengembangkan kawasan perumahan. Green Synthesis Pontianak, nama perumahan yang dimaksud, dibangun sesuai kebutuhan masyarakat Pontianak dengan segala keunikannya.

“Salah satunya, karena Pontianak masih sering mati listrik, maka kami harus menggarap perumahan dengan lengkap, sediakan genset untuk antisipasi untuk menanggulangi problem tersebut,” terang Imron.

Perumahan di pusat kota Pontianak ini menyasar segmen atas, dengan tahap cut and fill lahan, dan rencananya akan diluncurkan pada bulan September 2018.

Proyek menengah atas Synthesis lainnya adalah Samara Suites. Andi Setiyawan, Property Investment Advisor Synthesis Development mengatakan, penjualann saat ini menyisakan 43 unit terbaiknya dari keseluruhan 292 unit.

“Developer memang selalu menyimpan unit terbaiknya untuk dijual terakhir, biasanya lantai-lantai rendah maupun yang view-nya paling baguss. Saat ini 43 unit tersebut sudah dirilis ke publik, dan yang tipe 2 bedroom tinggal 6 unit,”imbuhnya.

Dalam satu bulan, perusahaan hanya mencatat penjualan 1 unit. Meski demikian, target perusahaan pun juga satu unit per bulan. Per Mei 2018, Andi menyebut penjualan 5 unit sudah dilakukan dengan nilai transaksi Rp25 miliar untuk unit-unit tipe 3 kamar tidur.

“Jika dilihat dari jumlah unit yang ditransaksikan, memang sangat kecil. Namun begitu, hal ini tak lepas dari kondisi makro yang memang sedang melambat. Terlebih banyak investor yang masih menahan uangnya untuk tidak dibelanjakan tahun ini,"katanya.

Sejak dipasarkan pada Mei 2016, saat ini harga yang ditawarkan menyentuh Rp39 juta per meter persegi atau termurah Rp3 miliar untuk dua kamar tidur, Rp5 miliar untuk tiga kamar tidur dan Rp 7,2 miliar untuk  empat kamar tidur.

Tag : apartemen mewah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top