ASIAN GAMES: Kebijakan Ganjil Genap Pengaruhi Bisnis Hotel

Konsultan menilai pengaturan ganjil-genap selama Asian Games 2018 akan berdampak pada bisnis perhotelan ketimbang perkantoran.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 Agustus 2018  |  19:55 WIB
Kendaraan melintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (27/6/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Konsultan menilai pengaturan ganjil-genap selama Asian Games 2018 akan berdampak pada bisnis perhotelan ketimbang perkantoran.

Managing Partner Strategic Advisory Group Coldwell Banker Commercial Indonesia Tommy H Bastamy mengatakan pembatasan kendaraan akan lebih berdampak pada bisnis hotel ketimbang perkantoran.

"Kami melihat sektor hotel akan lebih terdampak selama penerapan kendaraan tersebut dibandingkan sektor perkantoran," tutur Tommy kepada Bisnis, Rabu (1/8/2018).

Meskipun begitu ada juga dampak positif dari penerapan tersebut bagi sektor perhotelan. Tommy menyebut berkat Asian Games, permintaan sektor hotel akan meningkat. Tentunya wisatawan akan memilih hotel yang dekat dengan venue, yakni Senayan dan Sudirman. Sehingga penerapan pembatasan kendaraan tersebut tidak terlalu berdampak bagi mereka.

Dia menambahkan, penerapan pembatasan kendaraan dengan ganjil-genap tersebut akan berdampak terhadap preferensi pengunjung hotel khususnya dari sektor bisnis traveler. Alasannya kondisi ini menyangkut kemudahan pencapaian aksesibilitas hotel-hotel tersebut selama penerapan pembatasan kendaraan.

"Tetapi kami melihat bahwa pengaruh ini juga hanya berlangsung sementara saja selama penyelenggaraan Asian Games," papar Tommy.

Sementara itu dampak terhadap perkantoran menurut Tommy tidak terlalu signifikan karena rentang sewa perkantoran umumnya cukup panjang yakni di atas 2 tahun. Selain itu penentuan memilih tempat berkantor mempertimbangkan untuk hunian jangka panjang.

"Sehingga penerapan pembatasan selama Asian Games yang sementara tidak akan tetlalu memberikan dampak terhadap preferensi perkantoran," sambung Tommy.

Sebelumnya, peneliti Jakarta Research and  Public Policy (JRPP) Akmal Budi Yulianto mengatakan menjelang perhelatan Asian Games, Palembang dan Jakarta akan membuat kebijakan anti kemacetan selama acara berlangsung. Namun selain kebijakan ganjil-genap, salah satu solusi mengurangi kemacetan adalah dengan membuat konsep Work From Home atau WFH.

Dia memprediksi penyelenggaraan Asian Games 2018 angka pengguna coworking space akan meningkat sebagai upaya mengurangi kemacetan di ibukota.

“Saat ini kan sudah mulai mengembangkan usaha co-working space dan menumbuh kembangkan ekonomi pada sector digital, akan lebih baik bisa juga dilakukan kebijakan WFH (Work From Home) atau kebijakan bekerja dari rumah, bisa ditelaah di ecosystem di DKI Jakarta," kata Akmal.

Tag : asian games
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top