Belum Berjalan, Pembiayaan TOD Tetap Diincar

Banyaknya pengembang yang mengincar pembangunan hunian berkonsep dekat dengan moda transportasi umum atau Transit Oriented Development juga ikut mendorong perbankan mengalokasikan pembiayaan.
Anitana Widya Puspa | 19 Agustus 2018 18:38 WIB
Pengunjung mengamati maket rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA-- Banyaknya pengembang yang mengincar pembangunan hunian berkonsep dekat dengan moda transportasi umum atau Transit Oriented Development juga ikut mendorong perbankan mengalokasikan pembiayaan.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan membuka pintu pembiayaan proyek-proyek TOD, akan tetapi perseroan tetap masih menunggu para pengembang untuk menyelesaikan proyek TOD ini.

"TOD ini punya prospek yang cukup bagus, memiliki segmen yang sangat fleksibel, segmen anak-anak muda, dan golongan menengah. Ini adalah segmen yang diharapkan bisa memberikan dampak pertumbuhan, maka kami harapkan teman-teman developer bisa mempercepat daripada TOD ini," katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Maryono juga menuturkan hingga saat ini belum ada portofolio proyek pembiayaan oleh Bank BTN karena masih menunggu realisasi pengembang dalam membangun TOD.

"Adapun yang sedang kami rencanakan ini hanya sebagian kecil yang itu, Mungkin ada satu dua proyek di dekat Jakarta Selatan, sebelum Depok, daerah Pasar Minggu itu," imbuhnya.

Direktur Bank BTN, Budi Satria juga mengatajan sejumlah strategi dilakukan Bank BTN untuk mengejar target, diantaranya menggandeng pengembang besar yang agresif membangun hunian vertikal. Dia menyebut misalnya saja dari BUMN Karya sebagai bentuk sinergi BUMN, seperti PT PP Urban, Perumnas, Adhi Karya Grup dan lebih dari 60 pengembang besar di Indonesia.

“Awal tahun ini kami komitmen untuk ikut pembiayaan apartemen dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), dan kami menjalin kemitraan dengan para pengembang apartemen yang banyak membidik segmen menengah,” ungkapnya.

Semester kedua ini PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., akan mengejar penyaluran Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA). Tahun ini, perusahaan dengan kode saham BBTN memasang target penyaluran KPA baik subsidi maupun non subsidi sebesar Rp748 miliar.

Target yang dipatok tersebut lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu yang mencapai Rp685 miliar. Sementara itu per Juni 2018, penyaluran KPA masih sebesar Rp 395 miliar atau sekitar 52% dari target. Angka pencapaian penyaluran KPA per Juni 2018 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp257 miliar

Untuk memperkuat penyaluran KPA, Bank BTN siap menawarkan pembiayaan KPA subsidi dengan sekama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang akan disalurkan semester II ini.

Segmen yang dibidik BTN juga sesuai dengan proyek PP Urban yang sedang giat mengembangkan apartemen dengan harga sekitar Rp200 juta di wilayah Serpong sebanyak 1.700 unit dan di Teluk Jambe Karawang sebanyak 2.600 unit.

“Porsi pembiayaan KPA masih lebih kecil dibandingkan KPR namun seiring dengan menyempitnya lahan dan gaya hidup urban yang semakin digemari, Kami optimistis KPA dapat terus meningkat permintaannya,” kata Budi.

Selain itu kata dia pengembangan kerjasama dengan para pengembang hunian vertikal dapat mempercepat target Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Pemerintah.

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top