Pasar Rumah Menengah Terus Menggeliat

Pengamat properti memperkirakan pasar rumah tapak kelas menengah akan terus menggeliat hingga semester II tahun depan.
Finna U. Ulfah | 20 Agustus 2018 20:06 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat properti memperkirakan pasar rumah tapak kelas menengah akan terus menggeliat hingga semester 2 tahun depan.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan tren penjualan properti kini relatif terus bergeser ke segmen yang lebih rendah bahkan cenderung bergeser ke segmen rumah di bawah harga Rp300 juta.

"Meskipun saat ini komposisi penjualan di segmen Rp500 juta hingga Rp1 miliar masih besar, tetapi tren ke depan diperkirakan akan bergeser ke Rp300 jutaan," ujar Ali saat dihubungi Bisnis, Senin (20/8/2018).

Berdasarkan data Indonesia Property Watch, penjualan rumah tapak dengan kisaran harga Rp501 juta hingga Rp1 miliar masih menjadi kontribusi terbesar yaitu 29,46%.

Kemudian disusul dengan rumah tapak dengan kisaran harga Rp301 juta hingga Rp500 juta yang berkontribusi sebesar 25,44%.

Adapun, kontribusi lain terdiri atas rumah dengan kisaran harga Rp150 juta hingga Rp300 juta mencapai 15,24%, rumah dengan harga dibawah Rp150 juta sebesar 15,02%, rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar sebesar 11,53%, dan rumah dengan kisaran harga diatas Rp2 miliar sebesar 3,31%.

Ali mengatakan tren pergeseran segmentasi pada penjualan properti ini diakibatkan terjadinya penurunan penjualan di segmen menengah atas. "Tetapi di sisi lain, disebabkan daya beli yang juga relatif menurun terkait dan suku bunga acuan Bank Indonesua yang naik 5,5% sehingga cicilan tambah tinggi," papar Ali.

Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate 25 bps menjadi level 5,50% yang berlaku efektif sejak 15 Agustus 2018. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan yang keempat kalinya dalam kurun waktu empat bulan terakhir.

Tag : bisnis properti
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top