Begini Strategi Ciputra Hadapi Pasar Properti Yang Lesu

pada prinsipnya perusahaan ketika masa siklus booming properti harus memiliki bank tanah, sementara jika siklus properti berada di bawah maka harus memilik balance sheet yang kuat.
Anitana Widya Puspa | 21 Agustus 2018 16:54 WIB
Salah satu proyek pembangunan properti Citraland. - JIBI/Dwi Prsetya

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pengembang memilih melakukan ekspansi organik dalam kondisi siklus properti saat ini.

Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi mengatakan cara ekspansi perusahaan saat ini lebih organik. Ciputra saat ini tidak terlalu mencari pembiayaan namun lebih menjaga neraca keuangan perusahaan secara stabil.

Menurutnya, pada prinsipnya perusahaan ketika masa siklus booming properti harus memiliki bank tanah, sementara jika siklus properti berada di bawah maka harus memilik balance sheet yang kuat.

"Kalau lagi booming enggak punya land bank enggak bisa jualan. jadi tidak bisa menikmati. Kalau ekonomi lemah enggak punya balance sheet juga susah. Cara mengaturnya itu yang memang enggak mudah," katanya kepada Bisnis.com, Selasa (21/8/2018).

Harun menjelaskan ketika siklus properti melambat, maka dengan neraca keuangan yang baik, perusahaan bisa membeli properti untuk diakumulasi. Sedangkan ketika properti sedang dalam siklus puncak, pengembang lebih baik tidak gegabah membeli lahan ataupun membeli properti.

Saat ini, Ciputra masih menunggu sejumlah perizinan dari rencana pembangunan proyek baru. Proyek yang berkemungkinan besar meluncur tahun ini adalah di Sentul.

Rencananya perusahaan akan mengembangkan proyek skala kota di Sentul bertajuk Citra Sirkuit Residence Sentul di lahan seluas 100 hektare (ha). Proyek itu dikembangkan bekerja sama dengan grup keluarga Cendana sebagai pemilik lahan. Tahap pertamanya, akan dibangun rumah tapak lebih dulu.

Tag : properti
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top