Konservatif, Intiland (DILD) Tak Banyak Tambah Land Bank

Intiland Development (DILD) memilih langkah konservatif dengan keyakinan masih mampu mencapai target penjualan senilai Rp3,3 triliun pada akhir tahun.
Anitana Widya Puspa | 21 Agustus 2018 17:15 WIB
Kawasan premium Serena Hills Jakarta Selatan. - Ilustrasi/rumah.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD) memilih langkah konservatif dengan keyakinan masih mampu mencapai target penjualan senilai Rp3,3 triliun pada akhir tahun.

Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi mengatakan fokus perusahaan pada pengembangan proyek yang sudah ada dalam pipeline. Dia menambahkan akuisisi lahan dalam jumlah besar juga tidak akan dilakukan karena perusahaan harus konservatif.

"Kalaupun ada penambahan lahan secara kecil-kecil yang harus dikonsolidasikan untuk memulai penjualan,"ungkapnya kepada Bisnis Selasa (21/8/2018).

DILD hanya akan merilis proyek yang menjadi kepiawaiannya dengan waktu yang juga mesti tepat. Adapun segmen yang dikuasai DILD adalah kelas menengah atas.

Theresia melanjutkan saat ini perusahaan juga banyak mengembangkan proyek high rise yang pembangunannya mesti dilakukan secara hati-hati.

"Kalau semester dua ini bagus kami akan meluncurkan kembali proyek high rise. Karena risiko high rise lebih tinggi dengan langsung membangun satu menara,"ujarnya.

Adapun untuk mengejar laju penjualan, sejumlah proyek yang menjadi andalan perusahaan adalah South Quarter, Fiftyseven Promenade, Telaga Bestari, serta Graha Natura.

Perusahaan juga masih menyiapkan 4 proyek, 2 diantaranya berlokasi di Jakarta yang merupakan proyek ekstensi, dan 2 lainnya berada di Surabaya mencakup proyek baru dan ekspansi. Kesemuanya masih belum ditetapkan waktu peluncurannya

Tag : intiland
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top