Permintaan Besar E-Commerce Masuk ke Ritel

Leads Property Services memprediksikan permintaan besar-besaran dari sektor e-commerce diperkirakan akan masuk pusat perbelanjaan, karena konsep baru mereka, yaitu O2O (Online ke Offline).
Anitana Widya Puspa | 22 Agustus 2018 20:12 WIB
Pengunjung berada di JD.ID X disela-sela peresmian pusat pengalaman berbelanja berbasis teknologi AI (Artificial Intelligence) pertama di Indonesia "JD.ID X" di Jakarta, Kamis (2/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Leads Property Services memprediksikan permintaan besar-besaran dari sektor e-commerce diperkirakan akan masuk pusat perbelanjaan, karena konsep baru mereka, yaitu O2O (Online ke Offline).

Direktur Leads Property Services Darsono Tan meskipun tak menyebut secara pasti, tetapi dia mengatakan sampai sekarang, beberapa merek e-commerce terkenal siap untuk membuka toko offline mereka ke ruang ritel.

“Ekspansi konsep ini tidak hanya di Jabodetabek tetapi juga di kota-kota tingkat 1 dan 2, seperti: Medan, Solo,Semarang, Jogjakarta, Bali, Makassar,dan lainnya,” katanya melalui riset dikutip Rabu (22/8/2018).

Data Leads Property menyebutkan permintaan ruang ritel dari mode, makanan & minuman, rumah tangga dan barang-barang konsumen tetap menjadi yang paling agresif untuk memperluas merek mereka.

Pada kuartal II/2018, Total pasokan ritel yang terisi seluas 3,1 juta meter persegi. Beberapa toko fashion yang buka akhir-akhir ini Tommy Hilfiger yang meluncurkan toko mereka di Pondok Indah Mall 2 dan Uniqlo diluncurkan di Lippo Mall Kemang.

Secara keseluruhan, tingkat hunian pada kuratl II/2018  tercatat sebesar 94,97%, sedikit menurun 0,24% QoQ tetapi naik menjadi 1,29%  secara tahunan. Tingkat hunian di area CBD telah mengalami penurunan 0,11% (QoQ) mencapai 95,1%, sementara di luar area CBD berdiri di 94,83%, sedikit turun pada 0,35% (QoQ).

Dari data Leads secara keseluruhan total pasokan ruang ritel yang masuk mencapai 5.1 juta meter persegi, terdiri dari 3.276 juta sqm (63%) dari ritel sewa, 1,21 juta meter persegi  (24%) dari ritel strata dan 657.536meter persegi  (13%) dari pusat ritel campuran.

Dalam hal distribusi, kawasan segitiga emas, CBD Golden Triangle merupakan yang tertinggi dengan 26%, diikuti oleh Jakarta Utara (21%) dan Jakarta Barat 20%.

Secara keseluruhan tarif sewa untuk toko-toko khusus di lantai dasar tercatat sebesar Rp944.500 per meter persegi, sedikit peningkatan 1,57%QoQ. Sementara tarif sewa kotor untuk pusat belanja utama mal telah mencapai Rp1.374.600 per meter persegi atau meningkat 3.77% QoQ.

Tag : ruang ritel
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top