BI Rate Kembali Naik, DILD Lakukan Evaluasi

PT Intiland Development Tbk masih melakukan analisis sensitivitas kenaikan harga setelah kebijakan peningkatan BI rate yang telah beberapa kali diambil oleh Bank Indonesia.
Anitana Widya Puspa | 22 Agustus 2018 20:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Intiland Development Tbk masih melakukan analisis sensitivitas kenaikan harga setelah kebijakan peningkatan BI rate yang telah beberapa kali diambil oleh Bank Indonesia.

Sekretaris Perusahaan DILD Theresia Rustandi mengatakan BI rate yang saat ini berada pada level 5,5% akan memberatkan konsumen. Menurutnya konsumen akan lebih mempertimbangkan kemampuan pembayaran ketimbang mengukur presentase kenaikan suku bunga.

Sementara bagi pengembang tingkat bunga ini bisa masuk dalam biaya capital. Sehingga bila biaya kapital yang terlampau tinggi akan dialihkan kepada biaya proyek dalam hal ini penyesuaian harga.

“Kami melakukan evaluasinya sudah nggak per bulan lagi tapi per hari. Evaluasinya kalau bi rate naik langsung ada analisis senitivitas untuk harga,” katanya kepada Bisnis Rabu (22/8/2018).

Seperti diketahui Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan kembali suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate dari 5,25% menjadi 5,50% akan berdampak pada suku bunga kredit perbankan yang mau tak mau juga ikut terkerek.

Kenaikan itu diputuskan saat Rapat Dewan Gubernur BI pada 14-15 Agustus 2018.

Tag : intiland
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top