Hadez, Kontraktor Yang Jajal Jadi Pengembang

Kontraktor pengerjaan proyek-proyek pemerintah, PT Dania Pratama yang menggunakan branding Hadez Group untuk memulai proyek properti perdananya.
Anitana Widya Puspa | 28 Agustus 2018 15:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Kontraktor pengerjaan proyek-proyek pemerintah, PT Dania Pratama yang menggunakan branding Hadez Group untuk memulai proyek properti perdananya.

Direktur PT Hadez Graha Karya Ahmad Saepulloh mengatakan dengan pengalaman membangun proyek-proyek pemerintah maka pembangunan dipastikan berjalan dan selesai di lapangan.

"Ada beberapa kerumitan seperti tender-tender yang merugikan ketika menjadi kontraktor proyek pemerintah yang akhirnya membuat kami memutuskan untuk menjadi pengembang mandiri," katanya Selasa (28/8/2018).

Ahmad menjelaskan dalam proyek perdananya di Jati Asih Bekasi, perusahaan akan mengembangan lahan seluas 16 ha untuk hunian rumah tapak yang dilengkapi dengan ritel lifestyle di kawasan perumahan dan danau.

Bekasi selatan, sebutnya merupakan wilayah dengan kenaikan harga properti yang potensial lantaran paling dekat dengan pusat kota Jakarta seperti TB Simatupang.

Dia mengatakan sebagai pengembang baru, mungkin banyak konsumen yang masih meragukan. Akan tetapi kata dia status lahan sudah mengantongi perizinan. Bahkan akhir tahun ini show unit akan dibangun. "September ini lahan sudah dirapikan.Selanjutnya kami mulai groundbreaking pada Oktober nanti," imbuhnya.

Adapun dengan total lahan yang ada diperkirakan ada 1.000 unit rumah yang dibangun dan terbagi dalam 5 klaster. Pada tahap pertama akan dibangun 120 unit yang penjulannya terbagi dalam beberapa tahap.

Dengan demikian, 60 unit akan diluncurkan lebih dahulu, dan saat ini NUO sudah mencapai 30 konsumen. Sementara untuk ritel lifestyle akan dibangun diatas 8.000 meter persegi.

Proyek ini akan menelan investasi sebesar Rp1 triliun termasuk lahan. Perusahaan akan menggunakan dana internal sekitar Rp400 miliar untuk penguasaan lahan, dan sisanya untuk pembangunan ritel dan konstruksi hunian.

Hadez optimistis akhir tahun ini mampu meraup nilai penjualan sebesar Rp84 miliar.

Direktur Keuangan PT Hadez Graha Karya, Dezy Kenedy Sembiring menyebut, sebagai proyek perdana mereka ingin memberikan produk yang terbaik, bukan sekedar meramaikan pasar. Walau dengan konsep berbeda dan fasilitas segudang, unit rumah di Hadez Sentosa Residence dipasarkan mulai dari harga Rp 400 juta-an.

Tipe yang ditawarkan mulai dari 36/60 (Pine), 66/72 (Spurce/2 lantai), 77/84 (Citrus/2 lantai), semua ini terangkum dalam cluster Green Wood. Selain itu dalam tahap pertama ini juga ditawarkan area komersial dengan ukuran 107/60 (2 lantai).

Pengembang juga berkomitmen untuk progress pembangunan dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai target. Jika serah terima mundur, developer siap membeli kembali unit rumah tersebut 100%. Ini untuk membuktikan komitmen pengembang akan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai jadwal.

“Saat ini kami juga memberi tawaran promo menarik berupa buy back guarantee selama 2 tahun sebesar 125%. Selain itu, skema pembayaran yang ditawarkan juga beragam dan menarik, mulai dari cash bertahap tanpa bunga mulai dari 12 X, 24 X, 36 X hingga 60 X. Juga ada pembelian dengan KPR, tentunya dengan uang muka ringan yang dapat di cicil,” ungkapnya.

Tag : pengembang properti
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top