MNC Land Gandeng PT Kereta Api bangun TOD di Lido

MNC Land telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk bersama-sama membangun TOD (Transit Oriented Development) di area pengembangan Lido (Kabupaten Bogor dan Sukabumi).
Anitana Widya Puspa | 04 September 2018 19:49 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- MNC Land telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk bersama-sama membangun TOD (Transit Oriented Development) di area pengembangan Lido (Kabupaten Bogor dan Sukabumi).

Budi Rustanto, Wakil Direktur Utama PT MNC Land Tbk mengatakan kerja sama dengan KAI itu merupakan tahapan perencanaan dalam rangka mengantisipasi lonjakan pengunjung dalam proyek yang sedang dibangun di Lido, sehingga membutuhkan pengembangan sarana transportasi penunjang.

Budi menyebut ada sekitar 7 ha lahan yang dialokasikan oleh perusahaan dari total 3.000 ha lahan pengembangan untuk TOD, baik sarana tranportasinya maupun area komersialnya. Kerja sama dengan KAI dilakukan karena lebih memiliki pengalaman mengembangkan sarana perkretaapian.

"Prediksi kami nantinya kan ada 2,5 juta pengunjung karena dilengkapi dengan themepark. Jadi perencanaan awal dengan KAI untuk masalah stasiun dan lainnya," katanya kepada Bisnis Selasa (4/9/2018).

Karena masih dalam perencanaan awal, katanya, maka kemungkinan pembangunan baru bisa dilakukan 2 tahun mendatang sejalan dengan selesainya pembangunan taman hiburan (theme park). Setelah rampung, maka kemudian ditindaklanjuti pula untuk pembangunan komersial seperti apartemen dan lainnya.

Seperti diketahui, pembangunan KPIG di Lido dilakukan seluas 3.000 ha. Proyek dengan luasan ini akan membutuhkan waktu 25 tahun--30 tahun. Proses akuisisi lahan telah mencapai 2.000 ha. Sejalan dengan akuisisi lahan, pembangunan lapangan golf dan konstruksi club house juga berjalan.

Sementara proyek di Sentul ada 1.100 ha, pembebasan lahan tinggal menyisakan 2%--3%. Perbankan belum boleh untuk lahan pakai modal sendiri. Tahun ini KPIG menganggarkan belanja modal sekitar Rp1,2 triliun untuk pengembangan kedua proyek.

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top