Coworking Space Jadi Tuntutan Milenial

Co-working space dinilai akan menjadi salah satu komponen fasilitas yang harus tersedia di apartemen bagi milenial.
Finna U. Ulfah | 09 September 2018 19:56 WIB
Salah satu coworking space di Kuningan, Jakarta Selatan. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Co-working space dinilai akan menjadi salah satu komponen fasilitas yang harus tersedia di apartemen bagi milenial.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan di tengah masyarakat yang individualistis, minat kaum milenial untuk bersosialisasi relatif masih cukup tinggi.

Berdasarkan hasil survey IPW, sebesar 42,6% menganggap ruang bersama wajib berada di setiap apartemen dan sebanyak 33,4% menganggap fasilitas co-working space juga menjadi faktor pertimbangan apartemen yang dipilih milenial.

"Fasilitas co-working space meskipun belum terlalu menjadi prioritas tetapi menjadi salah satu faktor penting dan angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat," ujar Ali dikutip dari keterangan resminya, Minggu (9/9/2018).

Selain itu, fasilitas seperti free wi-fi juga menjadi faktor terpenting yang diinginkan kaum milenial untuk selalu tersedia di ruang bersama apartemen dan menilai keterbatasan unit dalam satu lantai menjadi faktor penting kenyamanan bagi kaum milenial.

Sebagian besar milenial menyebutkan luas unit apartemen tipe studio dengan luasan 9 meter persegi hingga 18 meter persegi menjadi unit apartemen terfavorit.

Sebesar 43,5% memilih unit apartemen seluas 12 meter persegi hinga 18 meter persegi dan sebesar 33,9% memilih unit dengan luas 9 meter persegi hingga 12 meter persegi.

Dengan luasan yang relatif kecil dibandingkan dengan pasokan apartemen saat ini, Ali menilai pengembang properti sepertinya mulai harus mempertimbangkan faktor luasan tersebut untuk disesuaikan dengan strategi masing-masing pengembang.

"Dengan melihat survey pasar milenial di atas, para pengembang dihadapkan pada sebuah langkah inovasi untuk dapat menyerap pasar ini dan tidak hanya sekedar membidik kaum milenial, tetapi tentunya harus disertai dengan preferensi yang benar dan pemahaman yang mendalam terhadap kaum milenial ini," papar Ali.

Sementara itu, sebanyak 47,4% generasi milenial masih memilih kos-kosan sebagai tempat tinggal, berbeda tipis dengan generasi milenial yang ingin beralih ke apartemen, yaitu sebanyak 47,1%.

Ali menilai perbedan tipis minat hunian tersebut dalam perjalanannya diperkirakan akan bergeser sehingga sebagian besar kaum milenial akan tinggal di apartemen.

Saat ini sebanyak 39,9% kaum milenial tinggal menyewa di kos atau apartemen dengan besaran sewa di bawah Rp2 juta per bulan.

Sebesar 38,5% menyewa dengan harga Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan dan sebanyak 21,6% menyewa dengan harga di atas Rp3 juta per bulan.

Walaupun demikian, generasi milenial yang ingin tinggal di apartemen bukan berarti mereka ingin membeli apartemen. Sebagian besar dari mereka atau sebesar 73% ‘tidak berani’ untuk membeli properti jenis apartemen dan hanya berkeinginan untuk menyewa.

Hanya 7,5% yang ingin dan mampu membeli apartemen, sedangkan selebihnya masih belum menentukan pilihannya.

Tag : coworking space
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top