Ingin Bangun Rumah di Bali? Berikut Sejumlah Tantangannya

Bali sebagai kawasan di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan ternyata memiliki sejumlah keunikan dan tantangan untuk membangun rumah.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 10 September 2018 09:57 WIB
Bali memiliki keunikan yang menjadi daya tarik utama pulau ini. - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA – Bali sebagai kawasan di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan ternyata memiliki sejumlah keunikan dan tantangan untuk membangun rumah.

Widi Adnyana, salah seorang anggota komunitas Indonesian Young Architect (IYA) yang membuat salah satu desain rumah seluas 100 meter persegi atau rumah 1 are untuk tiga generasi menyatakan ada banyak keunikan dan tantangan perumahan di Bali.

Pertama, umumnya rumah-rumah di Bali adalah rumah tradisional yang mempunyai tata letak dan bangunan yang luas dan hanya satu lantai saja. Beberapa keunikan lain adalah menempatkan dapur di bagian depan, ada ruang bersama, ada ruang yang sengaja dibuat lebih kotor, dan ada area suci.

“Tata letak itu kayak semacam culture yang dijadikan aturan pemerintah. Nah, jadi challenge arsitek di Bali yang sangat kecil dan terbatas membuat tanah di Bali menjadi sangat mahal, sementara meski memakai aturan menjadi rancu karena implementasinya,” tutur Widi kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan, rumah di Bali yang dibangun vertikal tidak bisa terlalu tinggi. Paling tinggi bangunan hanya mencapai 15 meter. Pasalnya, pemerintah juga membuat aturan yang menyatakan untuk area tanah luas bisa mengajukan izin pembangunan untuk tanah yang kecil. Padahal harga tanah di Bali melesat dengan cepat.

“Area yang terbangun jadi sangat kecil, padahal harga tanahnya mahal. Nah untuk setiap arsitek sebenarnya mereka punya gaya bagaimana caranya membangun masing-masing dengan berbeda-beda,” ungkap Widi.

Tag : bali
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top