PPRO Sasar Pasar Apartemen Mahasiswa

PP Properti akan kembali meluncurkan proyek apartemen mahasiswa di Surabaya yang berdekatan dengan universitas Petra.
Anitana Widya Puspa | 10 September 2018 19:59 WIB
Direktur Operasi PT PP Properti Jababeka Residence Awanu Alfan (dari kiri) bersama Dirut PT Grahabuana Cikarang Sutedja Sidarta Darmono, Dirut PT PP Properti Jababeka Residence Harris Amin Singgih, dan Direktur Realti PT PP Properti Tbk Galih Saksono, mengamati maket pengembangan Little Tokyo, di Jakarta, Kamis (19/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT PP Properti Tbk (PPRO) akan kembali meluncurkan proyek apartemen mahasiswa di Surabaya yang berdekatan dengan universitas Petra.

Direktur Keuangan PPRO, Indaryanto mengatakan fokus perseroan adalah pada lahan-lahan dekat universitas dan bukannya pengembangan kawasan di sekitar jalan tol yang dilakukan BUMN lainnya. Alasannya sebut dia karena hal itu lebih dimungkinkan bagi BUMN yang bergerak di sektor jalan tol. Bahkan meskipun perseroan memiliki konsesi di ruas Tol Manada-Bitung, perseroan tidak punya rencana pengembangan di kawasan itu.

Indaryanto menambahkan pekan lalu perusahaan telah meluncurkan hunian mahasiswa lanjutan dari proyek Evencio di Depok. Pada menara pertama lanjutnya telah terjual 95%. Selanjutnya imbuh dia,  kurtal IV/2018 nanti ada proyek baru di segmen berbeda di Surabaya seluas 8.000 meter persegi.

“Karena sekitar Universitas Petra kelasnya lebih middle up, jadi harga jualnya mulai dari Rp700 juta.  Beda kalau yang selama ini rata-rata di Semarang,Depok yang mulai dari Rp400 juta,”katanya kepada Bisnis, Senin (10/9/2018).

Perusahaan kedepannya kata dia akan lebih fokus mendorong dan mengedukasi mahasiswa dan orang tua mahasiswa dalam berinvestasi di apartemen dibandingkan tinggal di kostan. Fokusnya  lanjut Indaryanto adalah fasilitas penunjang kebutuhan mahasiswa seperti, coworking space, digital library dan apartemen bebas narkoba.

Selain hunian vertikal PPRO juga tengah aktif mengembangkan aerocity di Bandara Kertajati., Jawa Barat. Pembentukan badan usaha patungan kata dia telah rampung dan kini sedang menyelesaikan perizinan. Diharapkan akhir tahun nanti proyek itu juga sudah bisa diluncurkan.

Penandatanganan kerja sama joint venture antara PT PP Properti Tbk dilakukan dengan PT BIJB Aerocity. Indaryanto menjelaskan nantinya akan ada 4 tower yang dibangun pada tahap I. Ada pun tinggi tower sekitar 5 lantai dan kapasitas ruangan sebanyak 1.100 unit. Indaryanto menjelaskan di kawasan aerocity akan membangun sejumlah fasilitas penunjang seperti apartemen, hotel, perkantoran, dan area komersial.

Dia menyatakan kawasan aerocity ini akan dikembangkan di atas lahan seluas 300 hektar. Nantinya kawasan ini akan mendukung Bandara Internasional Kertajati yang ditargetkan beroperasi pada Mei 2018. 

Tag : pt pp properti
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top