Transaksi Properti Bakal Beralih Ke Online

Konsumen properti diprediksi akan beralih melakukan transaksi properti secara online dalam 5 tahun ke depan, dengan semakin canggihnya teknologi digital.
Finna U. Ulfah | 11 September 2018 17:25 WIB
Pameran properti di Jakarta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Konsumen properti diprediksi akan beralih melakukan transaksi properti secara online dalam 5 tahun ke depan, dengan semakin canggihnya teknologi digital.

Country Manager 99.co Indonesia Irvan Ariesdhana mengatakan selama ini situs jual beli atau listing properti masih berupa marketplace dan belum sepenuhnya terkonversi menjadi e-commerce, tempat jual-beli properti.

"Karena transaksi properti itu seharusnya masih high involve, masih perlu dilihat secara langsung dan banyak pembeli mengajak keluarganya dulu untuk survey bersama ke tempat sehingga situs-situs tersebut baru sebatas menjadi marketplace atau tempat orang mencari informasi," ujar Irvan setelah acara konferensi pers Hari Properti Nasional di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Prediksi 5 tahun tersebut, lanjut Irvan, dengan asumsi sesuai dengan data yang dimiliki 99.co pembeli properti umumnya berasal dari segmentasi dengan umur 30 tahun ke atas sedangkan pembeli dengan umur 25 tahun belum memiliki keinginan dan kemampuan untuk membeli properti tetapi tidak gagap teknologi.

Oleh karena itu, pada 5 tahun ke depan orang dengan umur 25 tahun akan mempunyai daya beli yang lebih karena secara penghasilan akan lebih stabil.

"Orang yang 25 tahun akan lebih mampu secara finansial dan akan menggunakan transaksi online karena ketika mau beli properti, mereka sudah familiar terhadap transaksi online karena mereka lebih tech savvy," ujar Irvan.

Irvan mengatakan hingga kini 99.co masih melakukan edukasi terhadap masyarakat untuk beralih melakukan transaksi properti secara online, salah satunya dengan mengadakan Hari Properti Nasional (Harpropnas) atau kampanye beli properti online dengan tawaran diskon menarik seperti Hari Belanja Nasional (Harbolnas).

Menurutnya, dengan adanya Harpropnas merupakan langkah yang cukup agresif dan sebagai transisi yang halus untuk merubah situs-situs properti menjadi e-commerce sepenuhnya.

"Tren itu akan berubah sehingga mau tidak mau harus memulai movementnya dari sekarang, dengan Harpropnas tersebut," kata Irvan.

Harpropnas diselenggarakan selama 9 hari mulai pada 9 September 2018 hingga 17 September 2018 dengan target pengunjung website mencapai 1 juta pengunjung. Harpropnas diikuti oleh 21 pengembang dan 43 proyek properti dengan harga dimulai dari Rp130 juta hingga Rp6 miliar per unit.

Tag : belanja online
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top