PP Urban Siapkan Desain Proyek Rusun Green Building

PT PP Urban, anak usaha PT PP (Persero) Tbk, mulai merancang desain proyek rumah susun bersertifikasi silver green builing tanpa menambah investasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 September 2018 21:06 WIB
Ilustrasi green building - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – PT PP Urban, anak usaha PT PP (Persero) Tbk, mulai merancang desain proyek rumah susun bersertifikasi silver green builing tanpa menambah investasi.

Direktur PT PP Urban, Budi Suanda mengatakan orientasi perusahaan dalam upaya merespons angka backlog satu juta rumah adalah ikut menyediakan rumah susun atau apartemen murah kepada masyarakat. Dia menyebut, bangunan rumah susun dari PP Urban nantinya akan bersertifikasi green building dalam kelas silver.

“Pertama, kami coba mendesain itu arah orientasi tidak ke Barat atau Timur, kita desain ruang huni tidak terpapar panar, jadi arah gedung ke Selatan atau Utara, tidak menghadap matahari. Jadi bisa saja bentuk gedung malah miring,” terang Budi kepada Bisnis di Kartika Chandra Hotel, Rabu (12/9/2018).

Dia menyatakan selain memastikan ruang huni tidak terpapar cahaya berlebih, desain rumah susun PP Urban juga akan mengoptimalisasi sirkulasi udara dalam ruangan. Dengan demikian, penghuni tidak membutuhkan mesin pendingin ruangan, dan imbasnya adalah penghematan energi listrik.

Selain listrik, Budi menegaskan juga desain penggunaan sumber daya air dari PDAM. Dia berharap, PDAM bisa menyajikan air yang recycle sehingga bangunan rusun tidak membuat permukaan air tanah di daerah tersebut mengalami penurunan.

Budi yakin tidak ada pembengkakan nilai investasi dengan mengubah standar rusun menjadi bersertifikasi silver untuk green building. Dia yakin sejumlah strategi penghematan energi untuk proyek rusun itu tidak membutuhkan bantuan dana tambahan karena hanya sebatas strategi tata letak.

“Minimal kita minta sertifikasi di Silver. Ada Platinum, Gold, Silver, Bronze. Minimal Silver, karena kalau kantor grade lebih tinggi misal Gold. Itu mahal di biaya investasi, AC harus ada ketentuan, kaca harus menyerap UV sekian persen, dan itu mahal. Kalau rusun jadi mahal, maka kita pilih instrumen green building yang tidak mahal tetapi efektif mengurangi energi,” kata Budi optimistis strategi perusahaan tidak akan membebani biaya pembangunan.

Beberapa cara lain, kata Budi, adalah dengan memastikan cat dinding dari proyek rusun PP Urban nantinya memakai warna yang terang. Alasannya, jika memakai cat yang cenderung berwarna gelap akan membuat si penghuni membutuhkan penerangan yang lebih banyak.

Beberapa siasat green building di atas sudah sebagian diimplementasikan PP Urban pada dua proyek mendatang, yaitu apartemen murah di Serpong dengan dua tower sebanyak 1.725 unit. Berikutnya adalah proyek apartemen murah di Karawang, Jawa Barat, yang rencananya akan segera topping off.

“Bulan ini kami sudah topping off di Serpong. Itu harga jualnya Rp9 juta per meter persegi, jadi untuk ukuran studio, 20 meter persegi sekitar Rp180 juta. Itulah apartemen murah kami, harganya seperti rusunami,” ujar Budi.

Tag : green building
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top