Penjualan Apartemen Urban Heights Belum Sesuai Harapan

PT Brantas Abipraya (Persero) yang banyak bertugas sebagai kontraktor bangunan mengakui pasar properti segmen apartemen tumbuh stagnan tercermin dari salah satu proyek perseroan yaitu Urban Heights, di Serpong.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 13 September 2018 15:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) yang banyak bertugas sebagai kontraktor bangunan mengakui pasar properti segmen apartemen tumbuh stagnan tercermin dari salah satu proyek perseroan yaitu Urban Heights, di Serpong.

Direktur Operasi II PT Brantas Abipraya Widyo Praseno mengatakan selain bertugas sebagai kontraktor, Brantas Abipraya juga mulai menggarap bisnis properti sebagai pengembang. Misalnya saja dengan membangun proyek Urban Heights, apartemen di Serpong, Tangerang Selatan. Widyo Praseno menyatakan pasar apartemen pada proyek itu cenderung stagnan, karena hasil penjualan yang dicapai sangat kecil.

“Kita punya proyek sendiri yaitu Urban Height, dan apartemen itu marketnya lemah, jualannya masih sedikit sekali responsnya,” ungkap Widyo Praseno di Kartika Chandra Hotel, Rabu (12/9/2018).

Dia menjelaskan, Tower I proyek Urban Heights berjumlah 850 unit, dan yang laku hanya sekitar 360 unit sejak pertama kali topping off November 2017. Apalagi, kata Widyo, proyek ini sempat tertunda dan kemudian dilanjutkan kembali.

Rencananya untuk Tower II, perseroan akan menilai situasi pasar, apakah tower itu masih memungkinkan dibangun sebagai apartemen. Jika pasar masih belum baik, maka tower kedua bisa saja diubah peruntukan sebagai hotel.

Urban Heights Residences ini adalah kerjasama PT Brantas Abipraya (Persero) dengan PT Graha Investama Bersama (GIB). Ada pun proyek ini dibangun di atas lahan seluas 1,1 hektare dan mengusung konsep urban society. Total ada 29 lantai pada proyek apartemen ini.

Selain Urban Heights, Brantas Abipraya juga mengakui kondisi instabilitas rupiah sempat menambah beban perseroan ketika mengerjakan tugas sebagai kontraktor. Misalnya saja untuk penyelesaian proyek Cambio Lofts Alam Sutera, dan proyek rumah susun transit oriented development (TOD) di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

“Kalau risiko kami ketika menjadi kontraktor ya begitu properti melemah, ya pembayaran cash flow terganggu ke kontraktor,” ungkap Widyo.

Saat ini Brantas Abipraya juga mengerjakan tiga paket rumah susun low rise Paket III dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Lokasi pembangunan rumah susun itu berada di kawasan; Sumatera I, Sumatera II, Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tag : brantas abipraya
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top