Investasi di Fintech Lebih Menarik Ketimbang Properti

Pengamat menilai kinerja sektor properti yang saat ini belum optimal mendorong para investor memilih menanamkan saham di sektor teknologi finansial ketimbang properti.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 01 Oktober 2018 20:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengamat menilai kinerja sektor properti yang saat ini belum optimal mendorong para investor memilih menanamkan saham di sektor teknologi finansial ketimbang properti.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Berly Martawardaya mengatakan investor properti saat ini memang berkurang karena beralih untuk investasi di tekfin. Alasannya, investasi pada sektor tersebut lebih cair dan menguntungkan ketimbang properti.

"Investor sekarang lebih cermat, dia yang dulu beli apartemen, sekarang dia liat fintech liquid. Sekarang dengan makin banyak fintech itu investassi di properti jadi kurang menarik," ujar Berly kepada Bisnis di Diskusi Kopi, Senin (1/10/2018).

Dia menyebut, sektor properti yang masih menggeliat adalah sektor pergudangan yang lebih menarik ketimbang hunian. Adapun pembangunan pergudangan juga menjamur di daerah-daerah luar Jawa yang menjadi jalur logistik.

Berly menyebut, salah satu upaya menggairankan ekonomi di tahun politik saat ini adalah dengan mencoba merumuskan penguatan industri manufaktur. Pasalnya, Indonesia perlu mulai mengembangkam angka ekspor untuk barang jadi bukan lagi barang asli. Dengan memberikan nilai tambah pada produk olahan, maka perekonomian Indonesia semakin membaik dan mendorong sektor riil lain, termasuk properti.

Berly juga menegaskan, salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas di tahun politik adalah dengan cara kemudahan memberi izin bisnis dan usaha di Indonesia. Dia menilai pentingnya perijinan juga bisa menstimulus investor untuk tidak ragu datang dan berinvestasi di Indonesia.

Tag : investasi properti, fintech
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top