Ini Dia 10 Masalah Keluarga Urban di Rusun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam Indonesia Property Expo 2018 merumuskan 10 masalah yang dihadapi keluarga urban di rumah susun.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 02 Oktober 2018 19:23 WIB
Warga Bukit Duri yang telah dipindahkan ke rusun melintas di area taman Rumah Susun Rawa Bebek, Jakarta, Kamis (6/7). - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam Indonesia Property Expo 2018 merumuskan 10 masalah yang dihadapi keluarga urban di rumah susun.

Berikut adalah 10 masalah keluarga yang umumnya tinggal di kawasan rumah susun pada kawasan urban atau perkotaan.

Pertama, rumah susun tidak ramah anak. Banyak pemukiman yang tidak menyediakan fasilitas dan desain ruang yang mendukung bagi keluarga yang memiliki anak kecil.

Kedua, masalah keamanan. Masalah keamanan umumnya karena manajemen lingkungan yang buruk dan masih banyak isu kriminal yang beredar pada hunian vertikal.

Ketiga, masalah sampah. Kondisi ini dipicu oleh masih kurangnya kesadaran pengguna terhadap kebersihan lingkungan komunal. Misalnya, dengan membuang sampah sembarangan.

Keempat, penghuni kurang beragam. Demografi penghuni di suatu hunian vertikal sering terdiri dari kelompok sosial yang seragam dari segi umur dan penghasilan.

Kelima, masalah konsep vertikal dianggap baru. Keraguan transisi dari cara hidup masyarakat yang tadinya horizontal ke cara hidup vertikal. Juga beralihnya kolektivitas ke individualisme.

Keenam, stigma penggusuran yang menghantui keluarga. Pembangunan hunian baru biasanya menggusur permukiman setempat yang menyebabkan stigma buruk bagi developer maupun pemerintah yang hendak memperbaiki kondisi hunian.

Ketujuh, masalah konsumsi energi tinggi. Masalah ini tentang perancangan yang tinggi sensitif terhadap iklim menyebabkan penggunaan listrik dan air berlebih.

Kedelapan, masalah jauh dari transportasi umum. Masalah ini seringkali lokasi hunian terputus dari jaringan transportasi umum. Padahal, kenyamanan penghuni juga dipengaruhi oleh ketersediaan transportasi umum yang terjangkau untuk menunjang aktivitas kesehariannya.

Kesembilan, masalah ketersediaan hanya hunian. Kebanyakan permukiman vertikal yang ada sekarang bersifat mono-programtik. Tidak ada aktivitas ekonomi mikro pendukung, contohnya kantin, laundry, dan supermarket.

Kesepuluh, masalah keterbatasan unit terbatas. Pemerintah kurang bisa menyediakan unit tempat tinggal yang cukup. Penyediaan hunian oleh swasta juga terbatas. Selain itu, seringkali harganya tidak terjangkau bagi kelompok yang membutuhkan.

Tag : rumah susun
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top