GEMPA PALU: Hunian Sementara Segera Dibangun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Finna U. Ulfah | 10 Oktober 2018 17:07 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti di sela-sela kunjungannya meninjau korban bencana gempa bumi dan tsunami, serta memantau posko bantuan KKP, di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Ketua Satgas Penanganan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pemerintah tengah berpacu dengan waktu untuk segera membagun hunian sementara atau Huntara yang dalam waktu dua bulan harus segera terbangun.

"Kendala terbesar kami, karena kami berpacu dalam waktu apalagi sebentar lagi musim hujan, sebelum musim hujan mereka [korban] sudah harus tinggal di huntara. Saat ini tempat-tempat pengungsian masih dalam bentuk tenda-tenda saja," ujar Arie kepada Bisnis.

Arie mengatakan setidaknya akan membangun sekitar 1.000 Huntara untuk masyarakat yang kehilangan rumah dan yang tinggal di kawasan berbahaya, seperti di daerah yang terdampak likuifikasi.

Saat ini, lanjut Arie, terdapat lebih dari 10.000 pengungsi walaupun tidak semua kehilangan rumah yang mengungsi karena trauma dan keterbatasan pasokan listrik di huniannya sehingga pemerintah akan mengidentifikasi kembali masyarakat yang benar-benar membutuhkan untuk tinggal di huntara.

Nantinya Huntara akan berbentuk seperti barak yang mampu menampung 5 keluarga sampai 10 keluarga atau total mencapai 30 orang yang akan didesain dengan memiliki sirkulasi udara yang baik dan lokasi yang masih dalam perbincangan.

"Desain harus nyaman karena akan tinggal relatif cukup lama di sana sebelum hunian tetap jadi. Hunian tetap kini masih menunggu lokasi relokasi yang tepat karena desainnya akan seperti membuat satu kota baru," papar Arie.

Selain itu, Arie mengatakan pembangunan Huntara juga akan terdiri atas fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, sanitasi umum dan akan dibagi menjadi beberapa klaster untuk memperhatian ketersedian air bersih dan sanitasi yang baik.

Sementara itu, pemerintah mengaku telah mengantongi lima lokasi alternatif yang potensial sebagai tempat relokasi sebagai hunian tetap.

Tag : Gempa Palu
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top